Akbar Tanjung: Dalam Demokrasi Harus Ada Kompetisi
Sepertinya wacana calon tunggal pada pilpres 2019 oleh para politisi partai politik yang ada di Indonesia, membuat banyak kalangan menyuarakan terhadap persoalan tersebut.
Reporter: hendro
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Politisi senior partai Golkar, Akbar Tanjung menilai, calon tunggal pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dinilai tidak sehat bagi demokrasi.
Menurut Akbar, dalam sistem demokrasi yang di anut Indonesia, harus selalu ada kompetisi. "Dalam demokrasi harus ada kompetisi," ujar Akbar dalam diskusi yang digelar pengurus Solidaritas Muslim Alumni UI (Solusi UI), di Jakarta, Rabu (7/3/2018)
Akbar menjelaskan, dengan adanya beberapa pasangan capres-cawapres justru akan menguntungkan rakyat karena mempunyai pilihan terbaik untuk memimpin bangsa dan negara ini.
Calon tunggal akan membuat rakyat dipaksa mendukung calon yang ada yang belum tentu sesuai dengan hati nurani. (hdr)