indonews

indonews.id

Hadapi Rencana Phase Out OCP, Indonesa Ancam Tidak Akan Beli Boing Dan Airbus

Adanya  rencana phase out biodiesel berbahan minyak sawit mentah atau crude palm oil pada 2021 yang dilakuan uni Eropa sangat merugikan Indonesia. 

Reporter: hendro
Redaktur: very
zoom-in Hadapi Rencana Phase Out OCP, Indonesa Ancam Tidak Akan Beli Boing Dan Airbus
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita (istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID -  Terkait adanya pembatasan penggunaan produk turunan crude palm oil (CPO) oleh Uni Eropa,  Indonesa mengancam akan  menghentikan pembelian peawat Airbus dan Boeing. Demikian dikatakan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita usai bertemu dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

"Saya laporkan kepada pak wapres bahwa kalau mereka juga masih bersikeras, saya minta izin sebagai tim perunding, saya harus mempunyai mandat untuk itu (tindakan pembalasan)," ujar Enggar ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden, Senin (9/4/2018).

Menurut Enggar, dalam hal ini Indonesia dan Malaysia sebagai negara produsen CPO terbesar di dunia harus melakukan kerja sama untuk menentang pembatasan tersebut. Oleh karena itu, duta besar Indonesia untuk Malaysia diminta untuk menjembatani pertemuan dengan Malaysia.

"Itu segera harus kita ambil langkah-langkah agar bisa berjalan dengan baik," kata Enggar.

Enggar menjelaskan, Indonesia sudah beberapa kali memenangkan perkara pembatasan ekspor CPO tersebut. Namun Uni Eropa tetap bersikeras untuk melakukan pembatasan penggunaan produk turunan CPO.

Karena itu, Enggar menegaskan, jika Uni Eropa menetapkan kebijakan phase out biodiesel berbahan minyak sawit mentah maka Indonesia tidak segan akan melakukan tindakan balasan. Salah satunya yakni menghentikan pembelian pesawat Boeing dan Airbus.

Untuk diketahui, Parlemen Uni Eropa telah menyetujui rencana phase out biodiesel berbahan minyak sawit mentah atau crude palm oil pada 2021. Kendati belum final, rencana ini mengancam ekspor biodiesel RI. (hdr)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas