INDONEWS.ID

  • Minggu, 06/05/2018 12:30 WIB
  • Prukades dan PKT Turunkan Kemiskinan di Gorontalo

  • Oleh :
    • very
   Prukades dan PKT Turunkan Kemiskinan di Gorontalo
Eko Putro Sanjoyo saat meninjau Prukades. (Foto: Ist)

Gorontalo, INDONEWS.ID - Pemerintah Pusat terus mendorong potensi di pedesaan agar semakin berkembang. Salah satunya di Kabupaten Gorontalo dengan produk unggulan jagung dan kelapa.

Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo usai mengikuti rapat terbatas dengan sejumlah bupati di Gorontalo, Sabtu (5/5).

Baca juga : Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar Dirikan Dapur dan Pendistribusian untuk Korban Banjir Bandang Tanah Datar

Mendes PDTT Eko mengatakan Kabupaten Gorontalo adalah salah satu daerah yang telah menjalankan Prukades dengan cukup berhasil.

Terdapat dua komoditi yang di fokuskan di Gorontalo yakni Jagung dan kelapa. Jagung telah ditanam di lahan dengan luas sekitar 6 ribu hektare (ha), pada 2017 telah memproduksi 500 ribu ton.

Baca juga : Pemprov Papua Barat Daya Serahkan Bantuan Mobil Angkutan Umum untuk Pedagang Mama Papua di Maybrat

"Jadi kalau rata-rata Rp 3 ribu per ton. Maka, bisa menghasilkan Rp 1,5 triliun dari jagung. Belum lagi kelapa yang juga sudah mulai di ekspor ke beberapa negara," katanya.

Menteri Eko menambahkan bahwa berjalannya program prukades di Kabupaten Gorontalo telah menunjukkan keberhasilan dalam menurunkan angka kemiskinan di Gorontalo sebesar 2 persen dari 22 persen menjadi 20 persen.

Baca juga : Rapat Koordinasi Nasional Bahas Netralitas ASN dalam Pilkada Serentak 2024

"Program prukades ini cepat dalam menurunkan kemiskinan, kalau rata-rata kemiskinan di desa masih di atas 10 persen secara nasional. Di gorontalo dengan dana desa dan prukadesnya bisa menurunkan kemiskinannya turun 2 persen. Kalau konsisten 2 persen tiap tahunnya, mungkin 5 tahun lagi angka kemiskinan di Gorontalo akan kecil," katanya.

Model Prukades, kata Menteri Eko, akan mendatangkan dunia usaha ke desa karena desa telah memiliki skala ekonomi yang besar. Selain itu juga akan menciptakan lapangan pekerjaan karena terbangunnya industri produksi di desa.

"Dengan prukades ini dunia usaha akan melakukan investasi di pengolahan gula semut dengan melibatkan masyarakat dan investasi lainnya yang bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan memberikan lapangan pekerjaan dengan adanya industri produksi kelapa di Gorontalo," katanya.

Dalam kunjungan ke Gorontalo, selain menghadiri Ratas dengan sejumlah Bupati di Provinsi Gorontalo, Mendes PDTT melakukan peninjauan lokasi padat karya tunai jalan usaha tani dan saluran irigasi tersier di desa Haya-haya, Gorontalo.

Menurutnya, saat ini pemerintah bukan hanya berorientasi pada program di masing-masing kementerian saja. Tapi orientasinya lebih kepada lokasi khusus (lokus). Jadi setiap lokus bisa menentukan fokusnya agar menjadi skala yang besar.

"Dengan adanya berbagai program padat karya tunai yang dilakukan kementerian lainnya seperti Kementerian PU, Pertanian, BUMN, Kesehatan, Perhubungan dan kementerian lainnya diharapkan menimbulkan pendapatan masyarakat yang lebih besar," katanya. (Very)

 

 

Artikel Terkait
Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar Dirikan Dapur dan Pendistribusian untuk Korban Banjir Bandang Tanah Datar
Pemprov Papua Barat Daya Serahkan Bantuan Mobil Angkutan Umum untuk Pedagang Mama Papua di Maybrat
Rapat Koordinasi Nasional Bahas Netralitas ASN dalam Pilkada Serentak 2024
Artikel Terkini
Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar Dirikan Dapur dan Pendistribusian untuk Korban Banjir Bandang Tanah Datar
Aksi PNM Peduli Serahkan Sumur Bor Untuk Warga Indramayu Dan Tanam Mangrove Rhizophora
PTPN IV Regional 4 Jambi, Bantu Beras Warga Solok
Pastikan Arus Barang Kembali Lancar, Menko Airlangga Tinjau Langsung Pengeluaran Barang dan Minta Instansi di Pelabuhan Tanjung Priok Bekerja 24 Jam
Umumkan Rencana Kedatangan Paus Fransiskus, Menteri Agama Dukung Penuh Pengurus LP3KN
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas