Menpora Sambangi Pelatnas Asian Games Cabor Paralayang, Optimis Raih Medali
Reporter: budisanten
Redaktur: budisanten
Bogor, INDONEWS.ID - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menargetkan cabang olahraga paralayang meraih satu medali emas pada Asian Games 2018. Menpora optimistis karena cabor ini selalu menorehkan prestasi terbaik.
"Minimal satu medali emas bisa dipersembahkan," harap Imam usai meninjau pelatnas cabor paralayang di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Kamis, (26/7) kemarin.
Sementara itu, dari sisi kondisi pelatnas Imam menilai sudah bagus. Peralatan yang dimiliki berupa terjun payung dan fasilitas penunjang lainnya juga memadai.
"Faktor kesiapan sarana dan infrastruktur sudah bagus. Alat-alat sudah ok, tidak ada masalah," ujarnya.
Pelatih Gendon Subandono menjelaskan mengenai persiapan cabor paralayang jelang Asian Games. Saat ini, sudah dalam finalisasi, baik untuk nomor akurasi maupun lintas alam. Alat-alat yang digunakan pun berkualitas dunia.
"Alat sudah bagus. Untuk lintas alam kita menggunakan top ranking. Alat yang tadi diterbangkan itu alatnya canggih. Jadi, kita sudah cukup mengggunakan yang terbaik untuk lintas alam," ucap Gendon.
Dalam kunjungan ini, Iman juga menyempatkan berdialog langsung dengan para atlet paralayang. Kegiatan sharing untuk mengetahui permasalahan yang dialami. Salah satumya antisipasi mengenai doping.
Seperti yang diungkapkan salah satu atlet paralayang, Elisa Manueke. Kepada Menpora, Elisa mengungkapkan kekhawatirannya dengan obat yang biasa digunakannya dan juga beberapa teman atlet lainnya.
Dirinya menyebutkan atlet paralayang ini kerap mengkonsumsi obat flu. Adapun alasan atlet ini menggunakan obat flu karena para atlet sering tinggal dan latihan di suhu yang dingin.
Penggunaan obat flu ini yang membuat khawatir para atlet paralayang. Sebab beberapa dari mereka yang mengkonsumsi obat flu ini merasa takut jika tidak sesuai kriteria Lembaga Anti Doping sehingga dmengandung doping dan diberi sanksi.
"Kita takutnya kena doping, Pak. Kita mesti tahu (seperti apa kriteria obat yang mengandung doping),” ujar Elisa.
Menanggapi itu, Imam langsung menelepon Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Zaini Kadhafi Saragih untuk segera menurunkan tim menemui para atlet paralayang di kawasan Puncak, Bogor. LADI berjanji akan menemui para atlet pada Sabtu, 27 Juli 2018. (budsan)