Tinggal Menghitung Hari, Asian Para Games Siap 100 Persen
Penyelenggaraan khusus penyandang disabilitas atau lebih dikenal Asian Para Games 2018 tinggal menghitung hari. Sebagai tuan ruah, Indonesia melalui panitia pengelenggara Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) memastikan persiapan jelang kompetisi olahraga se-Asia itu hampir 100 persen.
Reporter: budisanten
Redaktur: budisanten
Jakarta, INDONEWS.ID - Penyelenggaraan khusus penyandang disabilitas atau lebih dikenal Asian Para Games 2018 tinggal menghitung hari.
Sebagai tuan ruah, Indonesia melalui panitia pengelenggara Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) memastikan persiapan jelang kompetisi olahraga se-Asia itu hampir 100 persen.
"Kita bersyukur euforia Asian Games berdampak pada Asian Para Games. Artinya antusiasme masyarakat sudah menantikan ajang ini dan dari sisi persyaratan kita sudah hampir 100 persen (rampung)," ujar Tina Talisa, juru bicara INAPGOC di Jakarta, Rabu, (26/9/2018).
Tina mengatakan, INAPGOC menargetkan penyelenggaraan Asian Para Games 2018 bisa sukses dari berbagai aspek. Baik dari segi pelaksanaan, administrasi maupun legacy.
Selain itu juga mengenai venue yang akan digunakan, pihaknya tengah mematangkan teknis operasional permainan termasuk wisma atlet di Kemayoran dan fasilitas transportasi pendukung lainnya.
"Jadi secara umum kita siap 100 persen termasuk menyambut kontingan yang akan datang lebih awal pada 29 Oktober nanti. Hanya tinggal menyiapkan sport equipment aja seperti tenda," cetusnya.
Tidak hanya persiapan penyambutan dan juga venue, pihaknya juga memastikan pada pembukaan Asian Para Games nanti tak kalah meriah dari Asian Games yang sebelumnya sudah lebih dulu diselenggarakan.
Tina memberikan sedikit bocoran mengenai konsep acara pembukaan Asian Para Games. Dikatakan olehnya, konsep yang akan digunakan nanti adalah dengan mengusung keberagaman dalam persatuan yang akan ditunjukkan 40 orang penampil yang juga penyandang disabilitas.
Dan untuk acara pembukaan nanti akan disiarkan secara langsung selama dua jam penuh.
"Karena ujungnya sebagai legacy jadi bukan cuma infrastruktur tapi kita juga akan tunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang ramah disabilitas dari sikap dan perilaku yang menunjukkan kesetaraan," tandasnya dia. (ronald)