INDONEWS.ID

  • Senin, 01/10/2018 09:20 WIB
  • Humas BNPB: Mohon Maaf, Belum Bisa Melayani Media dengan Prima

  • Oleh :
    • very
 Humas BNPB: Mohon Maaf, Belum Bisa Melayani Media dengan Prima
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Saat bencana, apalagi jumlah korban dan dampak bencananya besar seperti gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, seperti ini merupakan saat-saat yang paling sibuk. Pasti media, masyarakat, dan lainnya meminta saya terus menyampaikan update data. Bahkan pihak Istana dan Kementerian lain juga meminta informasinya.

Baca juga : Gugurnya Perawat COVID-19, Doni : Tenaga Kesehatan dan Rumah Sakit Benteng Terakhir

Namun kami juga memiliki keterbatasan akses data dan informasi ke lapangan. Apalagi kondisi listrik dan komunikasi ke Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong juga lumpuh. Sangat sulit kami mengakses data dan update penanganan.

“HP saya tak berhenti berdering. Whatsapp pertanyaan dari media dan lainnya juga terus masuk. Banyak sekali telpon yang saat saya angkat ternyata bukan hanya dari media. Tapi dari staf Kedutaan, Konsuler, Kementerian/Lembaga, dan masyarakat yang menanyakan kondisi di Sulteng sana,” ujar Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalu pernyataan pers di Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Baca juga : Kerja Sama BNPB, Kemendagri Bantu Masker dan Hand Sanitizer untuk Satpol PP

Entah memperoleh nomor telpon dari mana, banyak masyarakat yang menanyakan ke saya tentang orangtuanya, anak, saudara, kerabat, teman dan lainnya yang belum dapat dihubungi sampai saat ini di tempat bencana sana. Orang asing pun banyak yang telpon atau whatsaap menanyakan korban dan penanganan.

“Saya harus melayani dan menjelaskan semuanya. Harus sabar, telaten dan membesarkan hati masyarakat yang kehilangan saudaranya. Komunikasi memang lumpuh. Saya sendiri kesulitan mencari data,” ujarnya.

Baca juga : Ustad Abdul Somad Ingatkan Dosa Besar Pembalakan dan Pembakaran Hutan

Jadi mohon maaf teman-teman media saya  tidak dapat melayani wawancara satu per satu. Jika ada update pasti segera saya sampaikan di wag Medkom. Total ada 6 wag medkom, 14 wag wapena (wartawan lokal) dan 1 wag pers BNPB yang harus saya berikan info terus menerus. Ada lebih 3.000an wartawan yang harus saya layani. Saya broadcast melalui wag dan japri semua info bencana.

“Mohon maaf saya tidak dapat menjawab pertanyaan lisan dan tulisan satu per satu. Mohon maaf tidak bisa wawancara ke studio,” ujar Sutopo.

Kondisi Sutopo masih sakit. Masih pemulihan dari kanker paru-paru. Fisik rasanya makin lemah. Nyeri punggung dan dada kiri menyakitkan. Rasa mual, ingin muntah, sesak napas, dan lainnya saya rasakan. Bahkan tulang belakang saya sudah bengkok karena tulang terdorong massa kanker, makanya jalan saya miring.

"Tapi saya tetap berusaha melayani rekan-rekan media dengan baik. Setiap hari saya gelar konprensi pers dan saya siapkan bahan paparan yang lengkap agar media tidak salah kutip. Semua data yang saya miliki selalu saya berikan utuh. Tak ada yang saya sembunyikan. Selalu update dan berusaha melayani dengan prima kepada media,” ujarnya.

Saat konprensi pers jika ada media yang bertanya saya jelaskan dengan panjang, lengkap, dan kadang berulang-ulang kayak saya memberi kuliah mahasiswa. Agar menulis beritanya tidak salah.

Di medsos khususnya di twitter dan IG Sutopo berusaha juga update karena masyarakat luas menunggu.

“Namun, mohon maaf kondisi fisik saya tidak bisa ditipu. Sakit kanker paru-paru stadium 4B yang telah menyebar di beberapa bagian tubuh menyebabkan saya lemah. Rasa sakit yang mendera juga menyebabkan sulit untuk tidur nyenyak,” ujarnya.

“Sekali lagi, mohon maaf saya tidak dapat melayani dengan prima semua pertanyaan rekan-rekan media. Jika sehat pasti saya lakukan kapanpun, dimana pun, bagaimanapun selama 24 jam 7 hari seminggu,” tambahnya.

Dengan keterbatasan yang ada mohon dimaafkan jika ada pertanyaan yang tidak dijawab. Penggilan telpon yang tidak diangkat. Undangan wawancara yang tidak bisa dipenuhi hadirnya.

“Saya akan tetap melakukan konpresensi pers setiap hari selama darurat ini. Materi pasti saya siapkan. Saat konpres silakan tanya sepuasnya. Tapi jangan pertanyaan asal-asalan dan hanya cari-cari kesalahan. Tanyalah yang berkualitas dan bermutu agar saya menjawabnya juga puas. Lebih wawancara bersama-sama agar efektif waktunya,” katanya.

Saat ini Sutopo mengatakan dirinya masih bisa menolak  wawancara dengan media. Tapi dengan masyarakat yang kehilangan saudaranya saat ini saya harus menjelaskan dan membantu dengan sabar.

“Kira-kira seperti itu yang ingin saya sampaikan ke teman-teman media. Mohon maaf. Saya juga mohon doanya agar saya segera sehat, sembuh dan bisa beraktivitas normal kembali,” pungkansya. (Very)

Artikel Terkait
Gugurnya Perawat COVID-19, Doni : Tenaga Kesehatan dan Rumah Sakit Benteng Terakhir
Kerja Sama BNPB, Kemendagri Bantu Masker dan Hand Sanitizer untuk Satpol PP
Ustad Abdul Somad Ingatkan Dosa Besar Pembalakan dan Pembakaran Hutan
Artikel Terkini
Jelang HUT ke-75 TNI, Grup-2 Kopassus Gelar Lomba Menembak
Erman Rahmat Pjs Bupati Tanahdatar
Puting Beliung Terjang Tiga Kecamatan di Kota Medan, Ratusan Rumah Rusak
Sastrawan Apresisasi Corpus Puisi Pandemi Karya Akademisi dari Berbagai Perguruan Tinggi
Bertemu Moeldoko, Rizal Ramli: Sudah Lama Tidak Nikmati Cigar Berdua
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir