INDONEWS.ID

  • Jum'at, 05/10/2018 15:41 WIB
  • Perinus Ekspor 30 Ton Gurita ke Jepang

  • Oleh :
    • very
Perinus Ekspor 30 Ton Gurita ke Jepang
Mr. Katsuhisa Koinuma, saat menerima Direktur Keuangan Perinus, Ridwan Zachrie dan rombongan dalam kunjungan ke kantor pusat dan pabrik Ajirushi, di Kota Ibaraki Jepang, pada Rabu (23/8/2018). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Perikanan Nusantara (Perinus) pada hari ini, (5/10/2018) kembali melakukan ekspor gurita setelah penandatanganan perjanjian kontrak di Imperial Hotel Tokyo pada tanggal 22 Agustus 2018 dengan Perusahaan Jepang Ajhirushi. PT Perikanan Indonesia akan mengirim 2 kontainer atau setara 30 ton senilai $169.5 ribu, yang terdiri dari frozen octopus.

Proses pengiriman ini disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Wakil Gubernur Makassar.

Baca juga : Lawatan ke Jepang, Menperin Bawa Komitmen Investasi Industri Manufaktur Puluhan Triliun

“Kami sangat optimis kerjasama ini akan berjalan dengan baik, ekspor Gurita ini bukan yang pertama kalinya dengan perusahaan Jepang,” ujar Direktur Keuangan, Umum dan SDM PT Perikanan Nusantara (Perinus), Ridwan Jasin Zachrie.

Ridwan mengatakan, Presiden Direktur Perusahaan Ajirushi menyampaikan puas dengan kinerja Perinus yang mampu memenuhi standar gurita Jepang dan diterima pasar Jepang dengan baik. Pada Oktober 2018 ini, Perinus juga akan mulai mengekspor Tuna ke Jepang sesuai dengan nilai kontrak sebesar 15 juta USD serta kakap merah dan Tenggiri ke Singapore dengan projeksi senilai $6,5 juta.

Baca juga : Kabupaten Banggai Ekspor Gurita ke Meksiko, LaNyalla Beri Apresiasi

Realisasi eksport gurita sampai dengan September 2018 PT Perikanan Indonesia 119,8 Ton atau senilai $791 ribu.

Ditambahkan Ridwan, gurita yang di ekspor berasal dari perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Kepulauan Selayar dan Peariran Lampung Sumatera. Semua produk yang diekspor merupakan produk dari mitra nelayan Perikanan Nusantara.

Baca juga : Perikanan Nusantara Ikuti Pameran Seafood Terbesar 2019 di Tokyo-Jepang

“Jumlah mitra nelayan gurita Perikanan Nusantara mencapai 640 nelayan. Jumlah nelayan mitra akan bertambah pada saat pola musim gurira terjadi yaitu pada bulan September – April,” ujarnya.

Secara keseluruhan nelayan yang bermitra dengan Perikanan Nusantara sudah ada ikatan kerjasama (PKS Perdagangan). Nelayan gurita pada umumnya belum ada asosiasi yang mewadahinya. Hal ini dikarenakan mereka masih nelayan tradisional.

Produk gurita tersebut diproses pada Unit Pengolahan Ikan Perikanan Nusantara cabang Makassar yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 5 ton per hari dengan sertifikasi HACCP (Hazard Analisis Critical Control Point) B.

PT Perikanan Nusantara (Persero) merupakan hasil penggabungan dari empat BUMN yang bergerak di bidang Perikanan, yaitu PT Usaha Mina (Persero), PT Perikani (Persero), PT Tirta Raya Mina (Persero), PT Perikanan Samodra Besar (Persero). Mereka hadir untuk negeri dan senatiasa mendukung ketahanan pangan nasional. (Very)

Artikel Terkait
Lawatan ke Jepang, Menperin Bawa Komitmen Investasi Industri Manufaktur Puluhan Triliun
Kabupaten Banggai Ekspor Gurita ke Meksiko, LaNyalla Beri Apresiasi
Perikanan Nusantara Ikuti Pameran Seafood Terbesar 2019 di Tokyo-Jepang
Artikel Terkini
Prabowo-Puan Duel Lawan Airlangga-Erick Thohir, Mungkinkah?
PTPN Tawarkan Sistem Franchise Teh Kayu Aro
Kopi Tubruk dan Pergerakan Nasional Sebelum Kemerdekaan
UUU PPRT Bentuk Pengakuan dan Perlindungan terhadap PRT di Indonesia
Kemenaker Dorong Pengesahan RUU PPRT Demi Lindungi 4,2 Juta PRT di Indonesia
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas