INDONEWS.ID

  • Senin, 24/12/2018 13:55 WIB
  • Bersama Tim Gabungan, BNPB Fokus Lakukan Evakuasi Dan Pencarian Korban Tsunami Anyer

  • Oleh :
    • Ronald T
Bersama Tim Gabungan, BNPB Fokus Lakukan Evakuasi Dan Pencarian Korban Tsunami Anyer
Diduga masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan dan material yang dihanyutkan tsunami.

Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya pada Senin (24/12/2018) menegaskan bahwa evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan. Penanganan darurat terus dilakukan di daerah yang terdampak tsunami di Selat Sunda.

Disampaikan Sutopo, diduga masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan dan material yang dihanyutkan tsunami. Pos kesehatan, dapur umum, dan pengungsian didirikan di beberapa tempat. Bantuan logistik juga terus disalurkan.

Tidak hanya itu, Sutopo menambahkan, ribuan personil gabungan dari TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, BPBD, SKPD, NGO, relawan dan masyarakat dan lainnya melakukan penanganan darurat. Kepala Daerah memimpin penanganan darurat di daerahnya.

"Untuk evakuasi dikerahkan alat berat 7 unit excavator, 12 unit dump truck, 2 unit loader. Dalam mobilisasi ke lokasi bencana 1 unit excavator, 1 dozer, 1 loader, 1 grader, 2 tronton, dan 4 dump truck," sebutnya.

"Panjang dan luasnya daerah terdampak masih diperlukan tambahan alat berat dan personil untuk membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban," tandas Sutopo. (ronald)

 

Baca juga : Empat Tawaran Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Artikel Terkait
Empat Tawaran Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Hingga Akhir Juni 2020, Kejadian Bencana Alam Lebih Rendah dari 2019
Bencana Hidrometeorologi Masih Terjadi Jelang Akhir Juni 2020
Artikel Terkini
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Lindungi Diri dengan Protokol Kesehatan
Sinergitas TNI-Polri Diperlukan dalam Upaya Penanggulangan Terorisme
Dinkes Kaltara: Rapid Test Bukan Diagnostik, Hanya untuk Screening Awal
Mediasi Konflik Bupati dan DPDR Jember, Ini Penjelasan Sekjen Kemendagri
Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada Penularan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gandalf