indonews

indonews.id

Menteri PANRB Syafruddin Berharap 2019 Resolusi Kinerja agar Lebih Baik

Tahun 2019 ini, Menteri PANRB, Syafruddin berharap agar di tahun ini pembangunan yang ada di pusat dan daerah berjalan dengan baik dan lancar. Inilah waktu yang tepat untuk resolusi kinerja yang lebih baik.

Reporter: Abdi Lisa
Redaktur: budisanten
zoom-in Menteri PANRB Syafruddin Berharap 2019 Resolusi Kinerja agar Lebih Baik
Menteri PANRB Syafruddin Berharap 2019 Resolusi Kinerja agar Lebih Baik (Foto Dok Kementerian)

Bandung, INDONEWS, ID – Tahun 2019 ini, Menteri PANRB, Syafruddin berharap agar di tahun ini pembangunan yang ada di pusat dan daerah berjalan dengan baik dan lancar. Inilah waktu yang tepat untuk resolusi kinerja yang lebih baik.

Hal inilah yang diungkapkan Menteri PANRB, Syafruddin di sela-sela acara kunjungannya ke Bandung, Jawa Barat ini, hari ini, Senin (28/1). Ia menambahkan, awal tahun 2019 merupakan saat yang tepat, iklim yang baik bagi semua instansi pemerintah memulai resolusi kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Semangat perubahan ini, lanjut Syafruddin, hendaknya terus melandasi jiwa dan perjuangan seluruh  aparatur negara, untuk semakin adaptif terhadap perubahan, untuk selalu bekerja keras, inovatif dan kreatif dalam menjalankan program kerja pemerintah.

"Dengan demikian  pembangunan di pusat maupun daerah dapat berjalan cepat, tepat dan akurat menyentuh `segitiga harapan`, yakni harapan publik, harapan sektor privat, maupun harapan pemerintah itu sendiri," ujarnya.

Diingatkan, perubahan jaman telah mengubah paradigma harapan publik yang sangat menginginkan  pemerintah hadir untuk melayani, birokrasi hadir semakin dinamis, bahkan memfasilitasi setiap aktivitas di ruang publik melalui aksesibilitas yang mudah, tidak berbelit, bebas praktik suap dan pungli, efektif dan efisien, memberikan manfaat yang dirasakan langsung, bahkan mengadopsi pola-pola digitalisasi yang sudah merambah ke setiap sendi/landscape peradaban. 

Menurut Syafruddin, kunci pentingnya adalah birokrasi harus didorong melalui transformasi yang fundamental. Salah satu pilar transformasi itu terletak pada bangunan sistem pemerintahan yang lebih akuntabel. Artinya  birokrasi dapat bertanggungjawab penuh terhadap aliran anggaran negara untuk sebesar-besarnya dan seluas-luasnya digunakan bagi kemakmuran rakyat. 

Menteri mengakui, rentang birokrasi Indonesia yang sangat besar, dari pusat hingga ke daerah terluar dan perbatasan, dari ujung Pulau Miangas sampai Merauke merupakan tantangan yang harus dipecahkan bersama. Betapa tidak, dalam birokrasi ada SDM aparatur dengan ragam karakter yang sangat diversif. Berbagai pendekatan teoritis maupun praktis juga dilakukan untuk membangun pemerintahan yang akuntabel. Antara lain dengan menghadirkan pengawasan eksternal, membangun pengawasan internal, melibatkan pengawasan masyarakat langsung, upaya law enforcement yang notabenenya punya efek detterence, dan banyak hal lainnya.

"Namun, ada bagian yang perlu ditanamkan dengan sangat kuat, yaitu bagaimana membangun suatu sistem yang secara otomatis dan regeneratif dapat meluas ke seluruh unsur pemerintahan  yang menjaga, mengawal, mengendalikan, menajamkan dan mengantarkan program pemerintah agar tepat sasaran kepada tujuan pembangunan," tegasnya. (Abdi.K)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas