INDONEWS.ID

  • Sabtu, 08/06/2019 23:01 WIB
  • Pengamat: Masuknya Partai Demokrat ke Koalisi Jokowi Akan Membonsai AHY

  • Oleh :
    • very
Pengamat: Masuknya Partai Demokrat ke Koalisi Jokowi Akan Membonsai AHY
Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID --- Sinyal Partai Demokrat merapat ke koalisi Jokowi semakin menguat pasca-pertemuan keluarga SBY yang diwakili Agus Harimurti Yudhoyono dan Ibas dengan Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Sinyal Demokrat merapat ke koalisi pemerintahan Jokowi kian menguat pasca-pertemuan keluarga SBY yang diwakili AHY dan Ibas beserta istri mengunjungi Presiden Jokowi di istana dan bersilahturahim kepada Megawati di kediamannya," kata pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo seperti dikutip Antara, di Jakarta, Sabtu (8/6).

Baca juga : Kartelisasi Politik dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

Dia mengatakan keputusan mengakomodasi Demokrat boleh jadi merupakan kebutuhan pemerintahan Jokowi untuk menciptakan stabilitas politik dan pemerintahan.

Dengan keberadaan Demokrat, dukungan politik pemerintahan Jokowi di parlemen otomatis akan semakin kuat.

"Di periode kedua pemerintahan, Jokowi membutuhkan dukungan politik yang kuat untuk menuntaskan pembangunan," ujarnya.

Tapi di sisi lain, dengan mengakomodasi Demokrat juga akan membawa beberapa implikasi politik, antara lain bisa menjadi batu loncatan AHY untuk melenggang sendiri maju di Pilpres 2024 tanpa Jokowi dan PDI Perjuangan.

"Jika hal ini yang terjadi maka sama saja ibarat memelihara anak macan," ujarnya.

Tetapi, dia menekankan dengan masuknya Demokrat kepada koalisi Jokowi, bukan tidak mungkin justru akan "membonsai" Demokrat dan AHY itu sendiri. Karena pada Pemilu 2024 yang akan datang Demokrat belum tentu mendapat "coattail effect" atau efek ekor jas.

"Jika sendainya AHY sendiri yang menjadi menteri maka gerakan dan manuver politik AHY tidak bisa sebebas jika dia berada di luar pemerintahan," ujar dia.

Namun demikian, kata Karyono, jika memang ada skenario membangun koalisi antara Demokrat dengan PDI Perjuangan dalam Pilpres 2024 maka bergabungnya Demokrat ke dalam koalisi Jokowi sangat efektif sebagai awal yang baik untuk melakukan tahap-tahap strategi ke depan.

Meski demikian, hal tersebut tergantung skenario politik dan bagaimana masing-masing kekuatan politik saling memanfaatkan momentun dan peluang-peluang yang ada.

"Namun demikian, jauh dari hiruk-pikuk kepentingan politik, silahturahim para pemimpin bangsa seperti yang dilakukan keluarga SBY, Jokowi, Megawati, dan lainnya sangat dibutuhkan untuk merekatkan kembali persatuan yang sudah mulai retak dan menguatkan kembali nilai-nilai demokrasi yang belakangan mulai menurun," jelasnya. (Very)

 

Baca juga : Prabowo Perintahkan Gerindra Kritik Anies, Pengamat: Garis Politik Mulai Beda

 

Baca juga : Situasi Polhukam, Belum Ada Indikasi Kuat untuk Gagalkan Pelantikan
Artikel Terkait
Kartelisasi Politik dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Prabowo Perintahkan Gerindra Kritik Anies, Pengamat: Garis Politik Mulai Beda
Situasi Polhukam, Belum Ada Indikasi Kuat untuk Gagalkan Pelantikan
Artikel Terkini
Menikmati Rasa Kopi Kayumas, Dari Desa untuk Dunia
Selamat! PNM Tunjuk Dodot Patria Ary Jadi Sekretaris Perusahaan
Mutasi 60 Pati, Alumnus SMAN 3 Jakarta, Kolonel Primadi Saiful Sulun Jadi Kapoksahli Pangdam IM
Kasal Laksamana Yudo Margono : Ekspedisi Jala Citra I Aurora, Gandeng Peneliti Nasional, Ekplorasi Laut
Pengelolaan APBN di Masa Pandemi Berpotensi Munculkan Krisis
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas