indonews

indonews.id

Pasca Bentrok di Buton, Danrem Halu Oleo : Kita Semua Bersaudara, Mari Berdamai

Pasca bentrok warga di Kabupaten Buton, warga bersama TNI/Polri bergotong royong membersihkan puing puing. Seluruh puing-puing rumah warga pasca kebakaran dibersihkan dan ditata sehingga terlihat rapi. Sedangkan situasi di Buton yakni Desa Sampoabalo dan Desa Gujung Jaya saat ini berlangsung membaik.

Reporter: luska
Redaktur: very
zoom-in Pasca Bentrok di Buton, Danrem Halu Oleo : Kita Semua Bersaudara, Mari Berdamai
Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto di hadapan warga yang bertikai. (Kodam Hasanudin)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pasca bentrok warga di Kabupaten Buton, warga bersama TNI/Polri bergotong royong membersihkan puing puing. Seluruh puing-puing rumah warga pasca kebakaran dibersihkan dan ditata sehingga terlihat rapi. Sedangkan situasi di Buton yakni Desa Sampoabalo dan Desa Gujung Jaya saat ini berlangsung membaik.

“Kita semua adalah saudara, mari sama-sama menjaga kerukunan, saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya” kata Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto di hadapan warga yang bertikai.

Danrem Halu Oleo juga menyampaikan bahwa bila konflik terus berkepanjangan akan mengakibatkan kerugian baik diri sendiri maupun orang lain, maka seluruh warga harus saling bergandengan tangan dan saling memaafkan satu dengan yang lainnya, apalagi ini masih suasana Idul Fitri.

“Percayakan semua ini kepada pihak yg berwajib atau penegak hukum. Bagaimana penegak hukum ini bisa bekerja menyelesaikan masalah ini, apabila kedua belah pihak masih terus berseteru” himbaunya.

“Kami TNI datang kesini untuk memberikan rasa aman, rasa tentram kepada seluruh warga. Untuk itu jangan cemas, khawatir atau perasaan takut yang mencekam. Percayakan ini semua kepada TNI” ucapnya.

“TNI selalu siap membantu tenaga untuk membangun kembali rumah warga yang rusak terbakar” ujar Kolonel Yustinus

Mengakhiri tatap mukanya, Danrem 143/Ho berpesan kepada semua warga untuk tidak boleh lagi kemana-mana membawa senjata tajam/parang, karena ini akan menimbulkan kecemasan bagi orang lain.

“Mari bangun kebersamaan satu dengan yang lainnya, hilangkan rasa dendam dan sifat merasa paling benar serta mari kita semua intropeksi diri” pesan Danrem. (Lka)

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas