indonews

indonews.id

PLN Siapkan Dana Kompensasi 865 Miliar Untuk 22 Juta Pelanggan

Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat, Haryanto WS mengaku sudah menyelesaikan hitung-hitungan terkait kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat akibat insiden pemadaman listrik terjadi di wilayah Jawa Barat, DKI dan Banten pada Minggu lalu.
 

Reporter: Ronald
Redaktur: budisanten
zoom-in PLN Siapkan Dana Kompensasi 865 Miliar Untuk 22 Juta Pelanggan
Listrik padam massal (Foto : Ilustrasi)

Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat, Haryanto WS mengaku sudah menyelesaikan hitung-hitungan terkait kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat akibat insiden pemadaman listrik terjadi di wilayah Jawa Barat, DKI dan Banten pada Minggu lalu.

Dia mengungkapkan, secara total dari jumlah pelanggan yang terdampak jumlah ganti rugi yang diberikan PLN yakni mencapai ratusan miliar rupiah.

Menurut Haryanto, ada 22 juta pelanggan di Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang terdampak gangguan listrik, dan jumlah total kompensasi yang akan dibayarkan PLN sebesar Rp. 865 miliar untuk pelanggan pasca bayar dan pra bayar.

"Sudah mulai kami hitung kompensasinya sesuai ketentuan yang berlaku dan by system. Kami akan melakukan sosialisasi pada masyarakat bagaimana menghitung kompensasi dan mekanismenya,"  ujar Haryanto, usai pertemuan dengan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan di gedung Kemendag, Selasa (6/7/2019).

"Dan kompensasinya, nanti akan langsung kami berikan pada rekening bulan Agustus yang akan dibayarkan di bulan September," tambahnya.

Lebih lanjut, Haryanto mengatakan, berdasarkan ketentuan besaran kompensasi bukan berdasarkan lamanya listrik padam, tapi berdasarkan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).

"Jadi aturannya bukan berdasarkan lama padam, tapi bila melampaui 10 persen dari TMP akan diberikan kompensasinya," pungkas Haryanto.

Ia juga mengatakan, aliran listrik untuk wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat sudah berangsur-angsur normal. Namun PLN tetap siaga untuk mengantisipasi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kami tetap siaga mengantisipasi segala kemungkinan listrik yang sudah menyala ini tidak terjadi gangguan berikutnya baik lokal maupun sistem yang besar yang lain," pungkasnya. (rnl)
 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas