INDONEWS.ID

  • Kamis, 08/08/2019 07:58 WIB
  • BNN Musnahkan Narkoba Ratusan Kilo

  • Oleh :
    • hendro
BNN Musnahkan Narkoba Ratusan Kilo
Kepala BNN Komjen Heru Winarko saat memberikan keterangan pers kepada wartawan

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 143 kg sabu, 129.657 butir pil ekstasi dan 770 g ganja kering, Rabu (7/8/2019) kemarin. Keseluruhan barang bukti itu didapat dari hasil pengungkapan lima kasus berbeda dengan mengamankan 18 tersangka.

Kepala BNN, Heru Winarko mengatakan, pemusnahan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Seluruh barang bukti harus segera dimusnahkan setelah mendapat ketetapan dari kejaksaan negeri setempat.

Baca juga : Solusi Pemberantasan Narkotika, Eks Kepala BNN: Penyalahguna Direhabilitasi, Pengedar Dirampas dan Dimiskinkan

“Karenanya 143 kilogram sabu, 129.657 butir pil ekstasi, dan 770 gram ganja kami musnahkan,” katanya, Rabu (7/8/2019).

Heru mengatakan, keseluruhan barang bukti tersebut disita dari lima kasus seperti, pengungkapan 52 kg sabu di Pelabuhan Buruh, pengungkapan 1 kg sabu dan 27 ribu butir ekstasi Lego di Pasaman. Selain itu, pengungkapan kasus 4,8 sabu di Jakarta Utara, serta pengungkapan 3,1 kg Sabu di Deli Serdang.

Baca juga : Mantan Kepala BNN Ungkap Jenis Narkotika Paling Umum Digunakan dan Sindikat Internasionalnya

“Yang paling besar kami mengungkap kasus dengan 81,8 kilogram sabu, dan kasus 770 gram ganja di Bekasi,” terangnya.

Dari lima kasus yang diungkap itu, kata Heru, pihaknya mengamankan 18 tersangka dengan berbagai peran. Bahkan sebagian besar yang diamankan merupakan anggota jaringan sindikat narkotika internasional.

Baca juga : Mantan Kepala BNN: UU Narkotika Kita Itu Pemaaf, Sifatnya Rehabilitatif Bukan Represif
Artikel Terkait
Solusi Pemberantasan Narkotika, Eks Kepala BNN: Penyalahguna Direhabilitasi, Pengedar Dirampas dan Dimiskinkan
Mantan Kepala BNN Ungkap Jenis Narkotika Paling Umum Digunakan dan Sindikat Internasionalnya
Mantan Kepala BNN: UU Narkotika Kita Itu Pemaaf, Sifatnya Rehabilitatif Bukan Represif
Artikel Terkini
Rizal Ramli Kritik Cara Penanganan Aktivis KAMI Oleh Kepolisian
Antispasi Ancaman La Nina, Doni Monardo: Mitigasi Nonstruktural Paling Penting
Sinergi BNPT dengan Ponpes dan Alim Ulama Diperlukan untuk Cegah Paham Radikal Terorisme
PTPN III Dukung Peningkatan Daya Saing Sektor Perdagangan Melalui Pemberdayaan UMKM
Seorang Brigjen Diperiksa Propam Mabes Polri Terkait Laporan LGBT
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir