indonews

indonews.id

Hingga Hari ke 42 Keberadaan Heli MI-17 Masih Tanda Tanya

 Memasuki hari ke-42 (8 Agustus 2019) misi pencairan masih terus dilakukan baik melalui Udara maupun darat. 

Reporter: luska
Redaktur: very
zoom-in Hingga Hari ke 42 Keberadaan Heli MI-17 Masih Tanda Tanya
Tim pencaharian MI-17, selalu koordinasi sebelum melakukan pencaharian. (Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Walaupun telah dibantu oleh semua unsur masyarakat, tokoh agama, tokoh adat Papua dan lainnya, pencaharian Heli MI-17V5 HA-5138 yang hilang kontak di Wilayah Oksibil, Pegunungan Bintang belum juga membuahkan hasil.

Saat kejadian heli malang tersebut sedang melaksanakan operasi distribusi logistik dan rotasi pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Wrg di wilayah Oksibil.

Melalui keterangan tertulisnya, Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol CPL Eko Daryanto menerangkan memasuki hari ke-42 (8 Agustus 2019) misi pencairan masih terus dilakukan baik melalui Udara maupun darat. 0perasi pencarian helli MI17V5 HA-5138 yang dinyatakan lost contact pada hari Jumat, 28 Juni 2019 lalu, melibatkan helli jenis Bell 412 EP Noreg HA-5185 yang beroperasi dari Base Ops Lanud Silas Papare Sentani, dalam pencaharian TNI juga melibatkan pesawat pengintai udara jenis Boeing 737 AI-7302 yang saat ini sudah beroperasi pencarian di wilayah Oksibil Area.

Pada misi pencaharian Kamis kemarin, Heli Penerbad jenis Bell 412 EP Noreg HA-5185 selain melaksanakan Misi Dorlog ke Pos Towe Hitam, sekaligus melakukan misi SAR terhadap Heli MI-17V5/HA-5138 yang Lost Contact di wilayah Oksibil, Kab. Pegunungan Bintang di Tatakra Area dengan ketinggian 3.500 ft, brearing 175 dan radius 125 NM.

Sedangkan pencaharian Tim Darat melanjutkan kegiatan pemantauan dan mencari informasi di Distrik 0ksebang terkait heli malang tersebut.

Kondisi geografis yang terdiri dari rangkaian Ketinggian dan perubahan Cuaca yang Signifikan tentunya menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam proses misi SAR heli MI17 V5 HA-5138. (Lka)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas