INDONEWS.ID

  • Selasa, 03/09/2019 18:18 WIB
  • Ini 5 Alasan Utama Masyarakat Dukung Jokowi Pindah Ibu Kota

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Ini 5 Alasan Utama Masyarakat Dukung Jokowi Pindah Ibu Kota
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun.(Foto:IST)

Jakarta,INDONEWS.ID - Lembaga survei Median mencacat lima point besar masyarakat mendukung rencana Presiden Jokowi memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Hasil survei ini disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Median Rico Marbun di Warung Upnormal, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa,(3/09/2019)

Dari data hasil survei yang dibagikan kepada media, terdapat lima point besar yang menjadi pertimbangan utama dari masyarakat mendukung pemerintah memindahkan ibu kota. Ke-lima point tersebut diantaranya yakni pemerataan ekonomi 13,5 persen, mengurangi kepadatan penduduk di DKI 12,3 persen.

Ketiga yakni ikut saja keputusan pemerintah 10,7 persen, mengurangi kemacetan DKI yaitu 2,9 persen dan pada point terakhir yakni membawa perubahan yang lebih baik yakni 2, 7 persen.

Adapun alasan dari hasil survei Median disebutkan, masyatakat mendukung pemindahan ibu kota karena Jakarta sudah tidak layak lagi sebagai ibu kota negara. Alasan ini menempati persentase 2,1 persen di antara alasan-alasan lainnya.


Pindah Ibu Kota Buka Lapangan Kerja Baru

 

Selanjutnya, dari data hasil survei yang dilakukan oleh Median, masyarakat mendukung rencana pemindahan ibu karena ada keyakinan bahwa dengan keputusan tersebut, memberi kesempatan untuk membuka lapangan kerja baru. Alasan ini menempati persentase 2,1 persen di antara alasan-alasan lainnya.

Ada juga yang mendukung keputusan pemerintah memindahkan ibu kota karena berasal dari Kalimantan.Alasan menempati persentasi 1,9 persen di antara alasan lainnya.

Selain itu, alasan lokasi srategis di tengah-tengah sebanyak 1,3 persen dan alasan mengurangi polusi sebanyak 0,8 persen, sedangkan untuk alasan banyak lahan baru, lebih luas sebanyak 0,8 persen.

Untuk diketahui,survei kepindahan ibu kota ini dilakukan oleh Medin sendiri pada periode 26-30 Agustus 2019 di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Sebanyak 1.000 responden diwawancarai secara tatap muka, sampel dibagi secara proporsional dan menggunakan metode multistage random sampling, margin of error survei ini adalah 3,09 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.*(Marsi)

 

 

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Kepala Perwakilan BPKP Jambi Dilantik Jadi Pimpinan Unit Transformasi Digital BPKP
Kisah Pilu Perantau Asal Flores di Bali Makan Ubi Hutan untuk Bertahan Hidup
Kolaborasi Gunakan Masker Kunci Keberhasilan Pencegahan COVID-19
Top! Aksi Heroik Bocah Papua Padamkan Kebakaran Hutan Tuai Pujian
Gotong Royong dalam Kampanye Penggunaan Masker Melawan COVID-19
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn