INDONEWS.ID

  • Senin, 23/09/2019 21:18 WIB
  • Koreksi Media, Moeldoko: Revisi UU KPK Beri Kepastian Hukum

  • Oleh :
    • very
Koreksi Media, Moeldoko: Revisi UU KPK Beri Kepastian Hukum
MDK Sukabumi mendeklarasikan dukungannya pada pasangan Jokowi-Moeldoko pada Pilpres 2019. (foto: detik)

Jakarta, INDONEWS.ID - Kepastian hukum menjadi faktor penting bagi peningkatan investasi di Indonesia. Kepala Staf Kepresidenan RI, Dr. Moeldoko menyampaikan hal ini terkait kesalahpahaman pernyataannya kepada jurnalis, Senin (23/9) di Istana Kepresidenan Jakarta.

“Maksudnya Undang-Undang KPK yang baru memberikan beberapa landasan bagi kepastian hukum, termasuk bagi investor,” kata Moeldoko dalam siaran persnya. Sebut saja di antaranya pemberian wewenang bagi KPK untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3).

Baca juga : Setelah Ditolak Menkumham, Kini Pengadilan Kembali Tolak Dua Gugatan Moeldoko Cs

Orang yang menjadi tersangka dan sudah bertahun-tahun tidak ditemukan bukti, statusnya tidak bisa dicabut. Penetapan status tersangka yang tanpa kepastian sampai kapan akan menjadi momok bagi investor untuk menanamkan modalnya. Dengan undang-undang yang baru, KPK bisa menerbitkan SP3 dan itu menjadi kepastian hukum yang bisa menjadi nilai positif bagi investasi.

Hal lain misalnya terkait keberadaan Dewan Pengawas bagi KPK. Dewan ini akan lebih membantu KPK bekerja sesuai perundangan yang berlaku termasuk dalam penyadapan. Kepastian hukum inilah yang diyakini akan membuat investasi di Indonesia akan lebih baik.

Baca juga : Peringati HUT ke-48, Moeldoko: HKTI Bisa Menekan Pemerintah Jika Tidak Berpihak

“Jadi maksud saya bukan soal KPK-nya yang menghambat investasi. Tapi KPK yang bekerja berdasarkan Undang-Undang yang lama masih terdapat celah kurangnya kepastian hukum, dan ini berpotensi menghambat investasi,” kata Moeldoko.

Lembaga KPK, bagi Moeldoko akan semakin kuat dan kredibilitasnya terjaga dengan sejumlah revisi untuk memberi kepastian hukum bagi investor.

Baca juga : Rizal Ramli Minta Jokowi, Moeldoko dan Hendro Priyono Tertibkan BuzzeRP

Seperti diketahui, seperti dikutip sejumlah media, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelumnya menyebutkan bahwa keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) bisa mengganggu investasi. Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah dan DPR sepakat merevisi UU KPK.

"Lembaga KPK bisa menghambat upaya investasi. Ini yang tidak dipahami masyarakat," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Hal tersebut disampaikan Moeldoko menjawab pertanyaan wartawan kenapa Jokowi menyetujui revisi UU KPK tetapi meminta revisi UU KUHP ditunda. Padahal, kedua RUU ini sama-sama mendapat penolakan dari masyarakat. Moeldoko tak menjelaskan lebih jauh bagaimana keberadaan KPK bisa mengganggu jalannya investasi. Selain karena faktor investasi itu, Moeldoko menyebut Presiden Jokowi juga mempertimbangkan hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan lebih banyak responden mendukung revisi UU KPK.

Survei yang dirilis 16 September lalu itu menunjukkan 44,9 persen masyarakat mendukung revisi UU KPK, sedangkan yang tidak setuju 39,9 persen, dan yang menjawab tidak tahu 15,2 persen. "Hasil survei menunjukkan bahwa yang menyetujui untuk revisi UU KPK itu lebih banyak. Survei Kompas, 44,9 persen," ucap Moeldoko seperti dikutip kompas.com.

Menurut Moeldoko, revisi UU KPK yang dilakukan pemerintah dan DPR ini demi menguatkan KPK. Ia menilai, KPK bisa kuat jika diawasi dewan pengawas dan diberi wewenang untuk menghentikan penyidikan. "Jadi jangan melihat KPK itu dewa. Enggak ada, manusia. Kita perlu pemahaman semuanya, ada yang perlu kita perbaiki. Enggak ada upaya pemerintah untuk melemahkan," kata mantan Panglima TNI ini. (Very)

 

Artikel Terkait
Setelah Ditolak Menkumham, Kini Pengadilan Kembali Tolak Dua Gugatan Moeldoko Cs
Peringati HUT ke-48, Moeldoko: HKTI Bisa Menekan Pemerintah Jika Tidak Berpihak
Rizal Ramli Minta Jokowi, Moeldoko dan Hendro Priyono Tertibkan BuzzeRP
Artikel Terkini
Jaksa Tuntut Rizieq 2 Tahun Penjara Terkait Kasus Kerumunan Petamburan
Azis Syamsuddin Diperiksa Terkait Penyidik Stepanus
Pembangunan Tidak Berkesinambungan, Banyak Pihak Dukung Pentingnya Haluan Negara
TNI AL Laksanakan Swab Antigen Pasca Libur Idul Fitri
Menkeu Naikkan PPN, Rizal Ramli: Cara-cara Panik dan Tidak Kreatif
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas