INDONEWS.ID

  • Selasa, 22/10/2019 19:04 WIB
  • FIIT Kritisi Ketum Golkar Cegah Tetty Paruntu Masuk Kabinet Jokowi

  • Oleh :
    • Marsi Edon
FIIT Kritisi Ketum Golkar Cegah Tetty Paruntu Masuk Kabinet Jokowi
Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu.(Foto:IST)

Jakarta,INDONEWS.ID -Setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 - 2024, satu persatu tokoh - tokoh terbaik dari Sabang Sampai Mareuke di panggil ke Istana guna melihat kesungguhan untuk menjadi menteri kabinet kerja jilid 2 Jokowi - Maruf.

Panggilan tersebut hadir juga tokoh perempuan dari Indonesia Timur, yakni Christiany Eugenia Paruntu dari Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah diketahui hadir Bupati Minahasa Selatan itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto mencegah di Istana atas dasar sebagai ketua umum Partai Golkar.

Terkait dengan itu, Kordinator Forum Intelektual Indonesia Timur (FIIT) Muliansyah Abdurrahman mengecam dengan dalil tokoh perempuan terbaik dari Indonesia Timur.

"Kami merasa tersinggung atas informasi terkait dengan pencegahan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto atas pencegahan Tokoh Perempuan terbaik kami dari Indonesia Timur sebagai wakil kami di panggil Bapak Presiden" kata Muliansyah kepada Indonews.Jakarta, Selasa,(22/10/2019)

Menurutnya, mekanisme partai seharusnya telah membicarakan orang-orang yang akan masuk dalam kabinet. Dengan demikian, tidak kader yang merasa diperlakukan seperti Bupati Minahasa Selatan ini.

"Apabila ada mekanisme di internal Partai Golkar, silahkan dibicarakan dari awal, jangan main - main cegah orang di tengah jalan, kami anak Timur merasa tidak di hargai atas pencegahan ini," ungkapnya.

Ketum Golkar, kata Muliansyah, seharusnya dapat menggunakan wewenangnya sebagai ketua umum dengan baik. Dengan demikian, ia dapat melakukan komunikasi politik dengan baik pula kepada semua kader sehingga tidak terjebak dalam kejadian yang dialami oleh Christiany Eugenia Paruntu.

"Kami benar - benar kecam keras atas tindakan Ketua Umum Partai Golkar yang menggunakan kewenangannya untuk tokoh perempuan terbaik kami dari Indonesia Timur," pungkasnya.*

 

 

 

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Menhub Klaim Belum Ada Kasus Penularan Covid-19 di Pesawat
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Jaksa : Uang Dari Djoko Tjandra Untuk Kepentingan Pribadi Terdakwa
Tekan Impor Industri Farmasi, Balai Kemenperin Fokus Riset Bahan Baku Lokal
Kasus Djoko Tjandra, Kejagung Periksa Dua Saksi Dari Ditjen Imigrasi
KPU Sahkan Idris-Imam, Ketua Timses Ajak Warga Pilih Calon yang Mengerti Pembangunan Kota Depok
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir