indonews

indonews.id

Bambang Soesatyo Sebutkan 5 Tantangan Bumikan Pancasila di Era Globalisasi

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI (MPR) Bambang Soesatyo, menyebutkan ada lima tantangan utama dalam membumikan Pancasila di era globolisasi saat ini. 

Reporter: Mancik
Redaktur: very
zoom-in Bambang Soesatyo Sebutkan 5 Tantangan Bumikan Pancasila di Era Globalisasi
Ketua MPR RI Periode 2019-2024 Bambang Soesatyo.(Foto:IST)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI (MPR) Bambang Soesatyo, menyebutkan ada lima tantangan utama dalam membumikan Pancasila di era globolisasi saat ini. Terhadap beberapa tantangan tersebut, orang muda mesti berada di garda terdepan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, Indonesai ke depan, membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan kuat serta visioner. Hal penting agar bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas sebagai bangsa di perkembangan globalisasi yang semakin pesat.

"Saya meyakini, para Pemuda kita mampu berkontribusi besar dalam mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dalam periode kedua ini menitikberatkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia," kata Bamsoet kepada media di Jakarta, Minggu,(27/10/2019)

Ia juga menegaskan, MPR secara kelembagaan terus melakukan sosilisasi empat konsensus kebangsaan.Upaya ini bisa terlaksana dengan baik jika masyarakat memberikan dukungan penuh dengan cara terlibat langsung di dalamnya.

"Dengan terus memperkukuh empat pilar MPR dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus yakin bahwa cita-cita Indonesia masa depan yang lebih baik akan segera terwujud," jelasnya.

Berikut adalah tantangan dalam membumikan Pancasila di era globalisasi sekarang ini:

1. Pemahaman Pancasila. Saat ini masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas dan daya tarik pembelajaran Pancasila.

2. Tantangan kedua adalah eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi sehingga mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, dan menguatnya gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA.

3. Tantangan ketiga adalah masih lebarnya kesenjangan sosial, karena masih terjadi sentralisasi pembangunan ekonomi pada wilayah-wilayah tertentu. Selain itu, meluasnya kesenjangan sosial antarpelaku ekonomi dan kebijakan ekonomi yang mengedepankan sektor ekstraktif yang kurang mengembangkan nilai tambah.

4.Pelembagaan Pancasila di mana lemahnya institusionalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kelembagaan politik, ekonomi, dan budaya serta masih lemahnya wawasan ideologi Pancasila di kalangan penyelenggara negara.

5.Keteladanan Pancasila. Dalam konteks ini, tantangan yang dihadapi adalah masih kurangnya keteladanan dari tokoh-tokoh pemerintahan dan masyarakat.*

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas