INDONEWS.ID

  • Senin, 03/02/2020 09:40 WIB
  • Melawat ke Rumah Gus Sholah, Jokowi: Kita Kehilangan Tokoh yang Merawat Persatuan Bangsa

  • Oleh :
    • very
Melawat ke Rumah Gus Sholah, Jokowi: Kita Kehilangan Tokoh yang Merawat Persatuan Bangsa
Presiden Jokowi dan mantan Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah tokoh, di rumah duka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang juga merupakan seorang tokoh bangsa, K.H. Dr. Ir. Salahuddin Wahid.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya atas nama pemerintah, negara, dan seluruh masyarakat Indonesia menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak K.H. Dr. Ir. Salahuddin Wahid, Gus Sholah," ujarnya di rumah duka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.

Baca juga : Presiden: Indonesia Miliki 3 Persoalan di Dunia Pendidikan yang Harus Diatasi

Gus Sholah, sapaan akrab almarhum, putra pahlawan nasional K.H. Wahid Hasyim sekaligus adik kandung dari Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid, diketahui berpulang dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita sekitar pukul 20.55 WIB.

Kepala Negara menyebut bahwa semasa hidupnya almarhum merupakan cendekiawan muslim yang menjadi panutan masyarakat. Presiden juga mengatakan, rakyat Indonesia merasa sangat kehilangan atas kepergian almarhum.

Baca juga : Presiden Jokowi Ingin Seluruh Desa Dapat Segera Nikmati Listrik

"Semoga segala amal baik Gus Sholah diterima di sisi Allah SWT, husnul khatimah, dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran," tuturnya.

Presiden Joko Widodo memiliki kenangan tersendiri atas kiprah almarhum semasa hidup. Menurutnya, Gus Sholah akan selalu dikenang sebagai tokoh yang gigih menjaga dan merawat persatuan bangsa.

Baca juga : Jokowi Dorong Partisipasi RT dan RW Awasi Status ODP Pemudik Jabodetabek

"Beliau banyak menyampaikan mengenai keislaman dan keindonesiaan. Saya kira hal-hal yang berkaitan dengan Islam dan kebangsaan sering disampaikan beliau kepada saya," kata Presiden.

Untuk diketahui, Presiden Tiba di rumah duka sekira pukul 07.34 WIB pada Senin pagi, 3 Februari 2020. Presiden diterima langsung oleh Irfan Asy`ari Sudirman Wahid. Bersamaan dengan kunjungan Presiden, hadir pula di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma`ruf. (Very)

 

Artikel Terkait
Presiden: Indonesia Miliki 3 Persoalan di Dunia Pendidikan yang Harus Diatasi
Presiden Jokowi Ingin Seluruh Desa Dapat Segera Nikmati Listrik
Jokowi Dorong Partisipasi RT dan RW Awasi Status ODP Pemudik Jabodetabek
Artikel Terkini
Jubir: Pemerintah Periksa 14.354 Spesimen Terkait COVID-19
Sebanyak 204 Orang Sembuh dan 2.738 Positif COVID-19 di Indonesia
Rizal Ramli Bilang yang Serang Dirinya Jangan Pengecut, Ini Cuitan Denny Siregar
Covid-19, Puskesmas Ikut Menyediakan Layanan Pemeriksaan
Argumentasi Kemanusiaan Bukan "Senjata Sapu Jagad" untuk Bebaskan Para Pelaku Korupsi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas