Kekacauan Dalam Pemilu Awal Di AS
Sistem demokrasi tak bisa berjalan tanpa pengawasan publik terhadap elite penguasa, termasuk parpolnya. Bangsa Indonesia mesti belajar dari kekacauan yang terjadi di AS ini.
Reporter: very
Redaktur: very
Oleh: Muhammad AS Hikam
INDONEWS.ID -- Kegaduhan dan manipulasi dalam penghitungan suara Pemilu, bukan hanya terjadi di Dunia Ketiga. Di AS, negara yang paling lama berdemokrasi di era modern pun terjadi, seperti di dalam kaukus Pilpres di negara bagian Iowa pada 3/2/2020.
Penyelenggara kaukus Partai Demokrat menunda pengumuman hasil penghitungan suara dengan dalih ada masalah dalam program aplikasi IT-nya.
Tetapi banyak pihak yang terlanjur curiga bahwa hal itu hanya akal-akalan dari partai tersebut, khususnya Partai Demokrat wilayah Iowa (IDP). Kecurigaan itu terutama disuarakan oleh para pendukung kandidat Demokrat yang punya platform progressif, Senator Bernie Sanders (BS). Nyaris di dalam semua polling sebelum kaukus dilakukan, BS dilaporkan akan menang.
Kini setelah ada penundaan selama lebih dari 20 jam dan kemudian 62% suara kaukus dihitung, beliau konon hanya menduduki posisi runner up di bawah kandidat dari Indiana, Pete Buttigieg (PB).
Pihak Bernie Sanders tentu saja juga mengumumkan hasil penghitungan suara "tandingan" versi mereka, yang menunjukkan bahwa pihaknya memenangi kaukus Iowa dan posisi Pete Buttigieg di bawahnya sebagai runner up! Mana yang sahih? Kita mesti menunggu beberapa hari lagi setelah seluruh hasil suara diumumkan dan diverifikasi secara terbuka.
Inilah contoh kongkrit bahwa pelanggaran Pemilu bukan hanya monopoli rezim di negara-negara Dunia Ketiga saja. Di negara seperti AS pun probabilitas terjadinya perselingkuhan antara penyelenggara dengan elit parpol untuk menyingkirkan kandidat yang populer di mata rakyat bisa saja terjadi!
Sistem demokrasi tak bisa berjalan tanpa pengawasan publik terhadap elite penguasa, termasuk parpolnya. Bangsa Indonesia mesti belajar dari kekacauan yang terjadi di AS ini.
*) Penulis adalah pengamat politik dari President University, Jababeka