INDONEWS.ID

  • Rabu, 05/02/2020 15:30 WIB
  • BNPB Berikan Apresiasi Kepada Media dan BUMN Atas Sinergitas Kolaborasi Penanggulangan Bencana

  • Oleh :
    • Marsi Edon
BNPB Berikan Apresiasi Kepada Media dan BUMN Atas Sinergitas Kolaborasi Penanggulangan Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan apresiasi kepada media massa dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas kolaborasi dan sinergi penanggulangan bencana di Indonesia pada saat acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BNPB yang ke-12 di Graha BNPB, Jakarta.(Foto:Istimewa)

Jakarta,INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan apresiasi kepada media massa dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas kolaborasi dan sinergi penanggulangan bencana di Indonesia.

Penyerahan apresiasi tersebut dilakukan dalam dalam dua tahap, yang pertama para Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor, Senin (4/2) dan penghargaan tahap ke dua diserahkan di sela acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BNPB yang ke-12 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu,(5/02/2020)

Baca juga : Empat Tawaran Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Media massa dan BUMN memiliki peran signifikan sesuai dengan kapasitasnya dalam penanggulangan bencana, baik pada fase pra, saat dan pascabencana. Contoh, media massa dengan jangkauan yang luas memberikan informasi terkait potret suatu wilayah dengan potensi ancaman bahayanya kepada publik sehingga mereka mengetahui dan memahami.

Media massa mampu untuk menyampaikan dan mengemas pesan dengan bahasa yang sederhana. Di samping itu, BNPB mengharapkan publik dapat menumbuhkan literasi kebencanaan melalui media massa. Di pihak lain, BUMN melalui BUMN Peduli membantu masyarakat terdampak banjir di Jabodetabek pada awal Januari lalu.

Baca juga : Hingga Akhir Juni 2020, Kejadian Bencana Alam Lebih Rendah dari 2019

Konteks ini yang kemudian diangkat BNPB menjadi tema besar Rakornas PB tahun 2020 yang dihadiri oleh 13.000 peserta, yaitu `Penanggulangan Bencana Urusan Bersama`. Kepala BNPB Doni Monardo menekankan bahwa kita perlu menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap penanggulangan bencana.

Pemahaman kebencanaan tidak hanya disampaikan sejak usia dini tetapi juga keterlibatan aktif dari setiap individu dalam penanggulangan bencana itu sendiri.

Baca juga : Bencana Hidrometeorologi Masih Terjadi Jelang Akhir Juni 2020

BNPB sangat menekankan pada pendekatan pentaheliks dalam bencana mengingat tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kolaborasi multipihak atau pentaheliks, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa, menjadikan penanggulangan bencana akan berlangsung efektif dan efisien.

Hal senada juga disampaikan Presiden Joko Widodo saat ia memberikan instruksi pendekatan pentaheliks penanggulangan bencana dihadapan ribuan peserta Rakornas PB pada Selasa lalu (4/2).

"Ketiga, penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif, ‘Pentahelix’ yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan media massa untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada publik,” Jokowi.

Deretan media massa yang menerima penghargaan tersebut terdiri dari beberapa media cetak, media online,media TV dan Radio serta beberapa perusahan dari Badan Usaha Milik Negara.(BUMN)

BNPB juga memberikan apresiasi kepada BPBD, kementerian/Lembaga, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakat dan insan kemanusiaan atas kontribusi dan keterlibatan aktif dalam penanggulangan bencana di Indonesia.*

Artikel Terkait
Empat Tawaran Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Hingga Akhir Juni 2020, Kejadian Bencana Alam Lebih Rendah dari 2019
Bencana Hidrometeorologi Masih Terjadi Jelang Akhir Juni 2020
Artikel Terkini
Artis Hana Hanifah Terjebak Dugaan Prostitusi Online, Ini Pengakuan Keluarga
Hagia Sophia, Sandi "Penaklukan" Politik Domestik Turki
Ini Sembilan Poin Hasil Raker Mendagri Bersama Komisi II DPR RI
Rayu Raffi Ahmad Maju Pilwakot Tangsel, Putri Wapres: Ia Cocok Jadi Pemimpin Daerah
Melihat Alasan Jokowi Bubarkan 18 Lembaga Negara
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gimli