Daerah

Banjir di Bolaang Mongondow Selatan, 19 Desa Terdampak

Oleh : very - Minggu, 07/07/2024 20:38 WIB

Banjir melanda 19 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, dini hari tadi, Minggu (7/7), pukul 04.00 waktu setempat atau Wita. (Foto: Ist)

 

JAKARTA, INDONEWS.ID – Banjir melanda 19 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, dini hari tadi, Minggu (7/7), pukul 04.00 waktu setempat atau Wita. Satu rumah hanyut akibat peristiwa tersebut.

Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dampak bencana. Di samping itu, BPBD belum menginformasikan adanya korban jiwa pascabanjir.

Seperti dikutip dari siaran pers BNPB, tidak ada warga yang mengungsi akibat bencana ini. Kondisi mutakhir pada hari ini (7/8) hingga pukul 08.00 pagi tadi, Listrik masih dilaporkan padam dan jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih.

Kejadian ini berlangsung setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah kabupaten. Derasnya hujan menyebabkan debit air Sungai di Kecamatan Posigadan dan Tomini meluap.

Desa terdampak di Kecamatan Posigadan berjumlah 16 desa, sedangkan Tomini sebanyak 3 desa.

Sementara itu, insiden tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Tomini, tepatnya di Desa jaya. Terdapat tiga titik longsoran di desa itu.

Menyikapi bencana hidrometeorologi basah, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat sejak Juni 2024 lalu. Status ini masih berlangsung hingga Selasa depan (9/7).

 

Banjir dan Longsor Luwu

Bencana banjir dan tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu pagi (7/7), pukul 05.30 Wita. Hujan yang turun sejak Sabtu sore menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan.

 Lokasi terdampak banjir yaitu di Kecamatan Bua Ponrang, Larompong, Ponrang Selatan, Suli Barat dan Suli. Total wilayah terdampak berjumlah 7 desa atau kelurahan.

Selain banjir, tanah longsor juga menyasar pada satu desa, yaitu Desa Bolu di Kecamatan Bastem.

Bencana ini berdampak pada 500 KK. Hingga kini tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor.

Sedangkan dampak material tercatat 500 rumah warga dan akses jalan desa yang tertutup material longsor.

Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi basah susulan, berupa banjir dan tanah longsor, BNPB mengimbau warga Masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang masih berpeluang terjadi, secara umum di Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, hingga Selasan depan (9/7). *

Artikel Terkait