INDONEWS.ID

  • Jum'at, 21/02/2020 14:01 WIB
  • Dana Daerah Masih Banyak Mengendap, Jokowi: Jangan Ulangi di 2020

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Dana Daerah Masih Banyak Mengendap, Jokowi: Jangan Ulangi di 2020
Presiden Joko Widodo saat hadir menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2020 yang digelar di The Ritz Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta Selatan,Kamis,(20/02/2020) kemarin.(Foto:Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo mengingatkan para kepala daerah mengenai besarnya dana daerah yang masih mengendap di akun daerah atau Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Presiden menyebut bahwa per November 2019 dana yang masih ada di bank-bank daerah ialah sebanyak kurang lebih Rp220 triliun.

"Di November dan Oktober 2019 yang lalu, uang yang berada di bank-bank daerah di mana APBD itu disimpan masih di angka Rp220 triliun sehingga tidak memengaruhi ekonomi daerah. Disimpan di bank itu ada Rp220 triliun. Gede banget angka ini," kata Jokowi saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2020 yang digelar di The Ritz Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta Selatan,Kamis,(20/02/2020) kemarin.

Baca juga : Presiden Jokowi Ingin Seluruh Desa Dapat Segera Nikmati Listrik

Presiden mengatakan, penyerapan anggaran pada Desember 2019 akhir memang cenderung meningkat, menjadi hanya menyisakan anggaran dengan kisaran angka Rp110 triliun. Namun, angka tersebut dinilainya masih sangat besar.

Padahal, apabila penyerapan anggaran dilakukan secara maksimal di daerah, maka akan dapat membantu pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga : Jokowi Dorong Partisipasi RT dan RW Awasi Status ODP Pemudik Jabodetabek

"Kalau itu bisa digunakan dan beredar di masyarakat, ini akan memengaruhi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat yang ada di daerah itu. Bupati, wali kota, dan gubernur harus sadar mengenai ini. Jangan sampai dinas keuangannya menyimpan uang di bank sebanyak ini. Jangan ulangi lagi di tahun 2020!" katanya.

Pemerintah pusat merealisasikan penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang tumbuh 5 persen secara year-on-year(yoy) dari pertumbuhan penyaluran pada tahun sebelumnya yang hanya 2,5 persen. Presiden berharap agar dana yang telah ditransfer ke daerah tersebut dapat digunakan secara maksimal sehingga ikut meningkatkan ekonomi nasional.

Baca juga : Presiden: Kita Bekerja Berdasarkan Amanat Konstitusi

"Uang yang beredar di masyarakat ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah, kabupaten/kota, provinsi, maupun negara kita," tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Kapolri Idham Azis.*

 

 

Artikel Terkait
Presiden Jokowi Ingin Seluruh Desa Dapat Segera Nikmati Listrik
Jokowi Dorong Partisipasi RT dan RW Awasi Status ODP Pemudik Jabodetabek
Presiden: Kita Bekerja Berdasarkan Amanat Konstitusi
Artikel Terkini
Inilah Pedoman Pengurusan Jenazah Covid-19 Menurut Fatwa MUI
Perangi Covid-19, Kak Seto Ajak Orang Tua Jadi Guru Bagi Anak Saat WFH
"Maka Dalam Sunyi" Puisi oleh Gerard N Bibang
Hadapi Covid-19, Kak Seto Dorong Orang Tua Terapkan "GEMBIRA"
Cegah Covid-19, Kapolri Minta Masyarakat Tidak Melakukan Kegiatan yang Mengumpulkan Banyak Orang
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn