INDONEWS.ID

  • Sabtu, 22/02/2020 12:30 WIB
  • Respon Istana soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi

  • Oleh :
    • Rikardo
Respon Istana soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi
Juru Bicara Kepresidenan Fachroel Rachman (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman membantah isu reshuffle di Kabinet Indonesia Maju. Adapun isu yang dibantah Fachrol adalah yang diucapkan oleh salah satu pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Dede Budhyarto dalam akun twitternya.

"Tidak ada rencana reshuffle," ucap Fadjroel saat dikonfirmasi, Jumat (21/2/2020).

Baca juga : Terkait Isu Reshuffle Kabinet, Ini Kata Mahfud MD

Menurut dia, Jokowi mempersilakan para menterinya dalam melaksanakan setiap program kerjanya. Meski begitu, Jokowi tetap rutin mengevaluasi rencana kerja mereka.

"Semua menteri dipersilakan melaksanakan rencana kerjanya, dan presiden memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja masing-masing," jelasnya.

Baca juga : Respon Istana Saat Didesak Untuk Mencabut UU KPK

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut menggelar pertemuan dengan para relawannya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa 18 Februari 2020.

Kepada para relawannya yang telah membantunya di Pilpres 2019 lalu itu, Jokowi disebut menyampaikan bahwa akan ada reshuffle di Kabinet Indonesia Maju.

Baca juga : Klaim di Natuna Utara, China Sedang Menguji Menteri Baru Kabinet Jokowi

Dede menuturkan bahwa Jokowi akan mengganti menteri-menteri yang dinilai kinerjanya tidak bagus. Meski begitu, Dede tak menyebutkan siapa saja menteri tersebut.

"Pengen cerita hasil pertemuan dengan Presiden @jokowi. Eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan," tulis Dede, Jumat (21/2/2020).

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Koordinator Tim Sembilan Partai Golkar, Cyrillus Kerong juga telah memprediksi dalam waktu dekat Joko Widodo alias Jokowi akan melakukan perombakan komposisi anggota kabinetnya.

Cyrillus bahkan memprediksi, paling lambat setelah Idul Fitri tahun ini. Tak tanggung-tanggung, Cyrillus memprediksi ada sekitar sembilan menteri yang akan digeser Jokowi dari kabinet Indonesia Maju.

"Jangan-jangan sebelum puasa atau setelah lebaran reshuffle. Saya kira-kira ada 5-9 Menteri yang di-reshuffle," kata dia di Kantornya, Jakarta, Jumat (14/2).

Dalam pandangannya, alasan mendasar di balik reshuffle, yakni adanya sejumlah menteri yang belum menunjukkan performa bagus di 100 hari Pemerintah.

"Karena 100 hari ini. Ada menteri yang saya tanya, mana blue printnya, (tanggapannya) `jangan tanya saya. Ada Menteri yang sudah 100 hari cuma bisa buat logo. Enggak enak kalau ngomong. Jadi kita prihatin," jelas Cyrillus.*(Rikardo).

 

 

Artikel Terkait
Terkait Isu Reshuffle Kabinet, Ini Kata Mahfud MD
Respon Istana Saat Didesak Untuk Mencabut UU KPK
Klaim di Natuna Utara, China Sedang Menguji Menteri Baru Kabinet Jokowi
Artikel Terkini
Manfaatkan AMMDes Cegah Korona, Kemenperin Apresiasi Puskesmas di Lebak
Lawan Covid-19, Andalkan Resources dan Sains Sebagai Ujung Tombak
Pakar Otda : Pemerintah Harus Antisipatif
Kebohongan Antargenerasi: Catatan Kelam Kuliah Berbayar Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri
Bongkar Kebobrokan Pemerintah ke DPR, Buwas: Swasta Justru Diizinkan Impor Bawang, Kami Tidak
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas