INDONEWS.ID

  • Kamis, 05/03/2020 10:02 WIB
  • BNN RI Jadi Sponsor Utama Program Baru PBB

  • Oleh :
    • luska
BNN RI Jadi Sponsor Utama Program Baru PBB
BNN RI Jadi Sponsor Utama Program Baru PBB

Jakarta, INDONEWS.ID - Dalam side event pertemuan ke 63 CND PBB di Vienna Austria , hari Selasa 3 Maret 2020 terungkap bahwa PBB mempercayai Indonesia, khususnya BNN RI dalam penyelenggaraan penelitian progam baru terkait “Pelibatan Keluarga dan Masyarakat dalam rehabilitasi Penyalah Gunaan Narkotika “ di tahun 2019.

Atas dasar kegiatan tersebut, diselenggarakan side event dengan tema sama pada pertemuan CND tersebut oleh Pemerintah Indonesia, Pemerintah Jepang, UNODC, WHO dan University of Roehampton, Inggris.

Baca juga : BNN RI Ungkap Kasus Narkoba dengan Barang Bukti 87.415,4 Gram Sabu, 70.227 Butir Ekstasi dan 19 Tersangka

Kepercayaan PBB kepada Indonesia tersebut merupakan wujud standar dan komitmen yang tinggi dalam pelaksanaan terapi dan rehabilitasi berbasis bukti bagi orang dengan masalah penggunaan narkotika, serta sebagai bagian dari 
implementasi visi dan misi BNN RI dalam Pencegahan , Penanggulangan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). 

Heru Winarko sebagai Kepala BNN RI pada kesempatan tersebut hadir untuk mewakili pemerintah Indonesia dan di daulat untuk membuka acara dan memberikan kata sambutan.

Baca juga : PBB Laporkan 24 Juta Siswa Terancam Putus Sekolah Akibat Pandemi

Acara tersebut di moderatori oleh Dr. Riza Sarasvita (Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah BNN RI ), dan beberapa Panelis yang 
hadir sebagai pembicara yaitu Direktur Bagian Pencegahan dan Terapi UNODC, Dr. Gilberto Gerra, Ms. Anja Busse dari UNODC, Dr. Caecilia Essau dari 
Roehampton University, UK. Mr. Eno Hideo. Direktur Kontra Narkotika Kemenkes Jepang dan Dr. Vladimir Poznyak yang mewakili WHO. 

Ka BNN RI, Heru Winarko menyampaikan bahwa keluarga dan komunitas berperan besar dalam proses pemulihan masalah penyalahgunaan atau 
ketergantungan narkotika, terutama yang dialami oleh pengguna usia remaja. 

Baca juga : Di Dewan HAM, Indonesia Serukan Tindakan Tegas Terhadap Aksi Kekerasan Rasial

Lebih lanjut Kepala menyambut baik penyelenggaraan uji coba Protokol Treatnet Family Intervention (TFI), di Jakarta pada tahun 2019 yang berjalan sangat sukses. Hal ini sejalan dengan kebijakan BNN untuk lebih meningkatkan 
peran komunitas dalam membantu proses pemulihan bagi mereka yang memiliki masalah ketergantungan narkotika.

Anja Busse dari UNODC menyampaikan latar belakang pengembangan modul Treatnet Family Intervention (TFI) dan protokol penelitian kelayakannya dan mengapa pula Indonesia dipilih untuk menjadi negara pertama dilaksanakannya uji coba modul tersebut, yaitu karena hubungan baik yang sudah terjalin sejak lama, respons positif dari pihak Indonesia dalam menerima suatu program inovatif, serta sumber daya manusia yang mumpuni. 

Dr. Caecilia Essau dari Roehampton University, UK. Selaku konsultan atas pengembangan protokol penelitian , dimana yang bersangkutan berama-sama dengan para fasilitator klinis yang telah terlatih dan tim peneliti melakukan beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan kebiasaan dan kultur yang berlaku secara kontekstual pada wilayah masing-masing. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Jakarta Utara dan Jakarta Timur, melibatkan penerima layanan klinik BNNK dan penerima layanan rehabilitasi terhadap komponen 
masyarakat di Jakarta Utara dan Jakarta Timur. 

Pembicara lain Mr Eno Hideko dari Pemerintah Jepang menanggapi positif hasil penelitian yang di paparkan oleh Dr Caecilia Essau tersebut. Pemerintah Jepang juga berkomitmen untuk mendukung terus pelaksanaan TFI ini dan Vladimir 
Poznyak dari WHO menyatakan WHO akan tetap memberikan masukan teknis klinis dalam penerapan TFI di masa yang akan datang. 

Seluruh hadirin perwakilan berbagai negara sangat intens dalam mendengarkan seluruh paparan dan hasil penelitian serta memberikan apresiasi yang tinggi pelaksanaan penelitian tersebut. (Lka)

Artikel Terkait
BNN RI Ungkap Kasus Narkoba dengan Barang Bukti 87.415,4 Gram Sabu, 70.227 Butir Ekstasi dan 19 Tersangka
PBB Laporkan 24 Juta Siswa Terancam Putus Sekolah Akibat Pandemi
Di Dewan HAM, Indonesia Serukan Tindakan Tegas Terhadap Aksi Kekerasan Rasial
Artikel Terkini
Masih Banyak Negara Tidak Setuju Ganja Legal
Sambut Hari Santri Nasional, Pimpinan Rumah Tahfidz Umi E Kulsum : Santri Harus Paham IT
Tim Gabungan Pencari Fakta : KKSB Dibalik Kasus Pembunuhan di Intan Jaya
Purnabakti Ketua GMKI Tarakan: Melayani dengan Segenap Hati, Jiwa-Raga, dan Pikiran
Lembaga Harus Hilangkan Ego Sektoral untuk Wujudkan Konvergensi Program Pencegahan Stunting
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir