INDONEWS.ID

  • Minggu, 26/04/2020 06:01 WIB
  • Larangan Mudik Lebaran untuk Mencegah Penularan Wabah Virus Corona

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Larangan Mudik Lebaran untuk Mencegah Penularan Wabah Virus Corona
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto kembali menerangkan tentang tujuan pemerintah melarang seluruh warga masyarakat untuk mudik lebaran. Tradisi mudik tahun ini sengaja dilarang karena ada wabah yang sedang melanda Indonesia dan dunia.

Yurianto menerangkan, larangan mudik lebaran kepada masyarakat dimaksudkan untuk mencegah penularan virus corona di tengah masyarakat. Kebijakan ini berlaku kepada segenap warga tanpa ada pengencualian.

Baca juga : Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus

"Untuk mencegah tertular Covid-19 yang pertama tetap tinggal di rumah, karena kita tidak pernah tahu siapa orang di luar rumah yang membawa virus," kata Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu,(25/04/2020)

Yurianto menuturkan, saat ini,banyak orang tanpa gangguan atau gejala membawa virus penyebab Covid-19 di dalam tubuhnya.Mereka sama sekali tidak memiliki keluhan sakit atau mungkin keluhannya hanya bersifat sangat ringan sehingga menganggap diri tidak sakit.

Baca juga : Yuri: Klaster Baru dari Secapa TNI AD Sudah Ditangani Secara Profesional

Hal ini terjadi karena ketidakmampuan diri dalam mengenali orang-orang tanpa gejala secara kasat mata atau dengan mata biasa maka lebih baik tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak atau bertemu langsung dengan orang lain selama pandemi COVID-19.

"Kita tidak bisa membedakan orang-orang seperti ini dengan mata biasa. Oleh karena itu, jangan bepergian, jangan mudik," kata Yurianto.

Baca juga : Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada Penularan

Dengan diam di rumah, menjaga jarak, menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah, tidak bepergian, dan tidak mudik, setidaknya upaya ini dapat melindungi diri agar tidak tertular COVID-19 atau menularkan penyakit itu ke orang lain.

"Kita harus memastikan kita tidak tertular atau malah mungkin kita yang menjadi sumber kita tidak menularkan ke orang lain," tuturnya.

Yurianto mengatakan, tidak ada jaminan bahwa selama perjalanan yang dilakukan, seseorang aman dari COVID-19. Bahkan tidak ada yang bisa memastikan diri sendiri aman dari COVID-19 jika bepergian baik di dalam daerah epicenter Covid-19 ataupun antar daerah.

Ketika bepergian, potensi penularan Covid-19 akan besar dan bisa saja terjadi di manapun seperti saat berada di kendaraan umum, terminal, stasiun, bandara, tempat peristirahatan (rest area) dan toilet umum sepanjang perjalanan.

"Mungkin dan akan sangat mungkin kita akan bertemu dan terpaksa kontak dekat dengan orang lain yang tanpa gejala atau orang yang gejalanya sangat ringan di perjalanan," ujarnya.

Ketika sampai di rumah atau kampung halaman setelah bepergian atau melakukan perjalanan, maka yang dikhawatirkan adalah virus yang dibawa dari luar rumah menyebar ke anggota keluarga di rumah atau di kampung halaman.

Selain diri sendiri, anggota keluarga dan kelompok rentan seperti orang tua dan mereka yang memiliki penyakit kronis juga harus dijaga dari potensi penularan Covid-19.

Jika orang-orang yang rentan ini terkena Covid-19, maka mereka nantinya akan jatuh dalam kondisi sakit yang berat.

"Saudara-saudara kita yang usia lanjut, saudara kita yang berpenyakit kronis semisal tekanan darah tinggi, kencing manis, gagal ginjal, asma dan TBC, mereka akan menjadi semakin berat kondisinya dan bisa berdampak fatal apabila terinfeksi Covid-19," tuturnya.

Selain itu, untuk melawan Covid-19, masyarakat harus tetap meningkatkan imunitas diri, sabar dan tenang, beristirahat cukup dan teratur, serta tidak panik.

Untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19, Yurianto menuturkan perlu tindakan gotong-royong dan saling peduli dari seluruh elemen masyarakat Indonesia dengan memperhatikan aturan dan mendukung upaya pemerintah,

"Kami mengingatkan gotong royong, mari bersatu melawan Covid-19. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah memiliki komitmen yang kuat. Mari kita yang berada di rumah tangga, mari kita yang berada di RT, di RW, di desa merespon ini dengan baik tetap berada di rumah dan produktif di rumah," pungkas Yurianto.*

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait
Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus
Yuri: Klaster Baru dari Secapa TNI AD Sudah Ditangani Secara Profesional
Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada Penularan
Artikel Terkini
Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus
Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan
Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!
Resuffle Kabinet Maju Mundur
KSAD Ceritakan Kronologi 1.280 Orang di Secapa AD Positif Corona
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn