indonews

indonews.id

Apa itu Deflasi dan Apa Penyebab Umumnya

Sedikit deflasi dari barang bisa menjadi baik bagi pertumbuhan ekonomi. Namun dalam ekonomi yang menggunakan hutang sebagai alat utama, deflasi bisa menyebabkan krisis finansial bahkan resesi. 

Reporter: indonews
Redaktur: very
zoom-in Apa itu Deflasi dan Apa Penyebab Umumnya
Deflasi. (Foto: Ilustrasi)

 

Oleh: Hasan Putra*)

INDONEWS.ID -- Deflasi merupakan istilah penurunan dari harga dalam suatu ekonomi pasar dan peningkatan dari daya beli mata uang. Peristiwa ini bisa dipengaruhi oleh peningkatan produktivitas pabrik sampai tingginya peredaran barang dan jasa, penurunan permintaan atau dengan turunnya peredaran uang di masyarakat. Baca lebih lanjut dari artikel ini tentang deflasi.

Pengertian Deflasi

Perubahan dari harga konsumen bisa dipantau dalam statistik ekonomi yang dilansir Bank Indonesia, lewat perbandingan perubahan dari tersedianya barang dan jasa dari standar seharusnya. Nantinya menjadi referensi data statistik inflasi Indonesia. Saat harga menurun dibandingkan sebelumnya, maka harga barang secara umum akan turun, mengindikasikan ekonomi suatu negara mengalami deflasi.

Penurunan harga barang ini bisa menjadi hal baik karena konsumen bisa memiliki daya beli yang lebih besar. Sampai akhirnya keterjangkauan pangan dan energi dimana kebutuhan pokok dari masyarakat, bahkan sampai efek positif dalam peningkatan daya beli konsumen. Lebih jauh, penurunan harga secara terus menerus tidak hanya membuat masyarakat untuk lebih banyak membeli barang tersebut, namun juga membantu pengembangan dan stabilitas dengan peningkatan fungsi mata uang sebagai alat penyimpan nilai dan bisa mendorong masyarakat untuk menabung.

Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, deflasi secara terus menerus bisa menjadi tanda adanya pengurangan aktifitas ekonomi dalam jangka pendek. Secara umum hal ini bisa terjadi saat ekonomi suatu negara dibebani hutang dan bergantung pada kucuran kredit secara terus menerus untuk meningkatkan harga aset dalam investasi spekulatif, dan saat jumlah kredit mencapai batas, harga aset akan turun dan investasi spekulatif berlebihan akan dilikuidasi. Proses ini seringkali disebut deflasi hutang. Jika tidak, deflasi bisa menjadi tren positif akan pertumbuhan ekonomi yang mencerminkan pergerakan teknologi, peningkatan stok barang sampai gaya hidup yang meningkat.

Penyebab dan Dampak

Jika seperti yang banyak dibicarakan, inflasi adalah hasil dari terlalu banyak uang beredar di masyarakat, namun tidak adanya ketersediaan barang untuk itu. Sebaliknya deflasi bisa diibaratkan peningkatan ketersediaan barang dan jasa saat peredaran uang menipis di masyarakat. Hal ini berarti deflasi bisa menghasilkan peningkatan barang dan jasa atau penurunan dari uang dan kredit. Dengan begitu, jika harga bisa diturunkan, maka hasilnya adalah penurunan tingkat harga barang di masyarakat.

Peningkatan ketersediaan barang dan jasa dalam suatu ekonomi biasanya adalah hasil dari teknologi yang berkembang, penemuan hal baru, atau peningkatan produktifitas. Daya beli konsumen meningkat sedikit demi sedikit dan gaya hidup juga mengikuti dengan peningkatan nilai dari gaji akan memberikan masyarakat kesempatan untuk membeli lebih banyak barang dan jasa dengan kualitas yang lebih baik. Hal ini menjadi positif bagi ekonomi dan sosial secara utuh.

Kadang kala beberapa ekonom mengekspresikan ketakutan mereka saat jatuhnya harga dimana berarti konsumsi juga akan berkurang dengan mengambil referensi konsumen yang akan menahan pembelian untuk bisa membeli lebih murah di masa depan. Namun hanya ada sedikit bukti bahwa peristiwa ini benar terjadi dalam periode normal dalam pertumbuhan ekonomi karena penurunan harga yang disebabkan oleh peningkatan produktifitas, teknologi atau ketersediaan bahan baku.

Terlebih, kebanyakan barang konsumsi dihasilkan dari barang dan jasa yang tidak bisa dengan mudah ditahan pembeliannya bahkan jika konsumen ingin mendapatkan makanan, pakaian, jasa rumah tangga, transportasi dan kesehatan. Selain kebutuhan dasar tersebut, bahkan untuk barang mewah sendiri konsumen hanya akan mengurangi pembelian saat ini jika mereka melihat adanya penurunan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan alami masyarakat terhadap kebutuhan tersebut. Hanya satu kelompok konsumen yang akan terimbas dari penurunan harga dimana barang konsumsi tersebut secara rutin dibiayai dari hutang besar, dikarenakan nilai asli dari hutang berjangka akan meningkat saat harga mengalami kejatuhan.

Kesimpulan

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Deflasi berarti penurunan harga barang dan jasa yang beredar di masyarakat. Dimana berarti masyarakat bisa mendapatkan barang dan jasa terkait dengan harga yang lebih murah. Konsumen bisa membeli lebih banyak barang dengan nominal uang yang sama. Ataupun adanya peningkatan kualitas barang dan jasa disebabkan peningkatan teknologi yang berkembang di negara tersebut.

Sedikit deflasi dari barang bisa menjadi baik bagi pertumbuhan ekonomi. Namun dalam ekonomi yang menggunakan hutang sebagai alat utama, deflasi bisa menyebabkan krisis finansial bahkan resesi. Walaupun hal ini hanya bersifat sementara, yang bisa ditangani dengan meningkatkan peredaran uang dan kredit bagi masyarakat.

*) Hasan Putra pendiri Trading Indo. 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas