INDONEWS.ID

  • Selasa, 19/05/2020 17:01 WIB
  • BNN Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika Shabu dan Ekstasi Jaringan Pekalongan - LP Pati

  • Oleh :
    • luska
BNN Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika Shabu dan Ekstasi Jaringan Pekalongan - LP Pati

Jakarta, INDONEWS.ID - Masa panerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) rupanya tetap dimanfaatkan oleh Sindikat Narkotika di Jawa Tengah untuk terus mengedarkan narkotika. Seperti halnya yang diungkap oleh BNNP Jawa Tengah pada hari Selasa (5/5/2020), pukul 13.30 WIB di Ds. Panjang Wetan Kec. Pekalongan Utara Kota Pekalongan, Tim Pemberantasan BNNP Jawa Tengah telah mengungkap kasus Tindak Pidana Narkotika Jaringan Pekalongan-LP Pati.

Tim BNN berhasil mengeruk  tiga tersangka, yaitu : RS alias Sambungan (laki laki), SH als Wezrex (perempuan), dan Widodo als Herman Widodo als Dok.

Baca juga : Minta Masyarakat Waspada, Ahwil Luthan: Perang Asimetris Narkotika Antarnegara Incar Generasi Muda

Dari ketiga tersangka, tim juga telah menyita : Sabu dengan berat bruto keseluruhan ± 200 gram dalam beberapa paket, Pil ekstasi warna biru sejumlah 500 butir; 1 buah timbangan digital; 1 buah sendok terbuat dari kertas;1 buah motor Honda Vario warna hitam nopol H 6069 AVE; 2 kartu ATM BCA; dan 4 buah handphone.

Penangkapan jaringan LP Pati ini berawal dari laporan masyarakat tentang peredaran narkotika di wilayah Panjang Wetang Pekalongan, Tim BNNP Jateng pertama mengamankan tersangka RS als Sambungan yang dicurigai sebagai pelaku tindak pidana narkotika pada hari Selasa, tanggal 5 Mei 2020 sekira pukul 13.30 WIB di Kel./Ds. Panjang Wetan Kec. Pekalongan Utara Kota Pekalongan.

Baca juga : Masih Banyak Negara Tidak Setuju Ganja Legal

Kemudian dari tersangka RS petugas menemukan barang bukti narkotika jenis Shabu total kurang lebih 200 gram dalam beberapa paket dan pil ekstasi warna biru sejumlah 500 butir. Berdasarkan hasil pemeriksaan, narkotika tersebut diterima tersangka RS als Sambungan dari seorang wanita bernama SH als Wezrex.

Tim kemudian melakukan penangkapan terhadap SH als Wezrex di depan tempat kos yang beralamat di Kebanyon Lor Kasepuhan Kab. Batang.

Baca juga : Gandeng Kemenpora dan BNN, BERSAMA Gelar Webinar Sambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020

Tersangka RS als Sambungan mengaku diperintah oleh seorang warga binaan LP Klas II B Pati bernama Widodo als Herman Widodo als Dok. 

Kepala BNNP Jawa Tengah kemudian
berkoordinasi dengan Kalapas LP Klas II B Pati untuk mengamankan Widodo als Herman Widodo als Dok beserta alat komunikasinya.

Modus yang digunakan oleh para tersangka dalam memperoleh narkotika lolos dari PSBB dimasa Covid -19 yaitu dengan cara tersangka SH als Wezrex mengambil di Jakarta dan untuk menghindari kecurigaan serta pemeriksaan petugas di sepanjang perjalanan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah Pandemi Covid 19 ini, tersangka SH als Wezrex berangkat ke Jakarta dan pulang ke Pekalongan dengan menumpang mobil pick up pengangkut barang karena moda transportasi tersebut merupakan yang masih diperbolehkan beroperasi saat ini. 

Sebagai informasi tersangka RS als Sambungan merupakan residivis kasus narkotika. Sementara tersangka Widodo als Herman Widodo als Dok saat ini masih menjalani hukuman di LP Klas II B Pati.
 Saat ini para tersangka ditahan di kantor BNNP Jateng guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati. (Lka)

Artikel Terkait
Minta Masyarakat Waspada, Ahwil Luthan: Perang Asimetris Narkotika Antarnegara Incar Generasi Muda
Masih Banyak Negara Tidak Setuju Ganja Legal
Gandeng Kemenpora dan BNN, BERSAMA Gelar Webinar Sambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020
Artikel Terkini
Satgas Covid-19 Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan
Ajak Milenials Sentuh Sektor Pertanian, Wamen Arie: Kita Krisis Petani
Moeldoko: Sektor Pertanian Indonesia Butuh Sentuhan Kaum Muda
Bakal Kebagian 8 Juta Dosis, Gubernur Banten Enggan Paksa Warga Terima Vaksin Corona
Kebijakan Nonsense Pemerintah "Bahagiakan" Komodo dengan Geopark
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir