INDONEWS.ID

  • Minggu, 25/10/2020 15:59 WIB
  • Survei Sebut Indonesia Saat Ini Kurang Demokratis

  • Oleh :
    • Ronald
Survei Sebut Indonesia Saat Ini Kurang Demokratis
Aksi unjuk rasa alias demo mahasiswa dari berbagai di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (23/9). (Foto : ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Sebuah lembaga survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa sebesar 36 persen responden menyatakan bahwa saat ini Indonesia bergerak menjadi negara yang kurang demokratis. 

Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan hasil survei pihaknya menunjukkan jumlah responden yang mengatakan bahwa kondisi Indonesia saat ini kurang demokratis lebih banyak dibandingkan responden yang menyatakan kondisi saat ini lebih demokratis.

Baca juga : Idul Fitri, Wasekjen MUI: Umat Wajib Iman, Aman dan Imun

Menurutnya, jumlah responden yang menyatakan bahwa kondisi saat ini lebih demokratis dibandingkan sebelumnya hanya berjumlah 17,7 persen.

Survei dilakukan dengan metode simple random sampling kepada 1.200 responden pada 24 sampai 30 September 2020. Survei ini memiliki tingkat toleransi kesalahan (margin of error) 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca juga : Agar Jadi Negara Super Power, RI Harus Lepas dari Tiongkok dan Jadi Diri Sendiri

“Ini adalah angka alarming meski persepsi ini bisa benar atau salah. Apalagi persepsi bisa mempengaruhi tindakan,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dalam pemaparan secara virtual, Minggu (25/10).

Ia merinci jumlah responden yang menyatakan kondisi Indonesia kurang demokratis saat ini lebih banyak berasal dari kaum perempuan dibandingkan laki-laki.

Baca juga : Survei LP3ES: Publik Tidak Apatis dengan Isu Sosial Politik

Bila dilihat dari usia, menurutnya, pernyataan Indonesia saat ini kurang demokratis lebih banyak datang dari kalangan anak muda yang berusia di bawah 25 tahun.

"Siapa yang menyatakan kurang demokratis, sama saja, atau lebih demokratis. Perempuan itu mengatakan kurang demokratis ketimbang laki, selisih cukup tajam. Kemudian, anak muda dibandingkan yang tua itu cenderung mengatakan kurang demokratis. Karena anak muda ini lahir setelah 1998, komparasinya dengan era reformasi. Sedangkan buat orang tua, saat ini masih terhitung lebih demokratis dari zaman pak Harto,” tutur Burhanuddin.

Secara spesifik, alarm terlihat dari beberapa indikator. Sebanyak 69,6% responden menyatakan setuju dan agak setuju bahwa saat ini mereka semakin takut untuk menyatakan pendapat. Padahal menurut Burhanuddin, dalam alam demokrasi, warga harus berani berbicara terlepas pro dan kontra yang ditimbulkan.

“Ada situasi di bawah alam sadar untuk takut berbicara,” katanya.

Selain itu 57,7% responden sangat dan agak setuju dengan pernyataan aparat saat ini semakin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politik dengan penguasa.

Tak hanya itu, 73,8% menganggap sekarang warga semakin sulit berdemonstrasi atau melakukan protes. Burhanudin mengatakan beberapa hal ini menandakan bel kebebasan sipil telah berbunyi.

“Jangan sampai menimbulkan disilusi. Apalagi Pak Joko Widodo ini menjaga warisan mahal dari kebebasan demokrasi,” katanya.

Meski demikian, mayoritas masyarakat masih menganggap demokrasi sebagai dukungan terhadap pemerintahan sebagai sistem terbaik. Sebanyak 62,4% responden menyatakan demokrasi adalah model terbaik meski tak sempurna. Menurut Burhanuddin, survei ini memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (rnl)

 

Artikel Terkait
Idul Fitri, Wasekjen MUI: Umat Wajib Iman, Aman dan Imun
Agar Jadi Negara Super Power, RI Harus Lepas dari Tiongkok dan Jadi Diri Sendiri
Survei LP3ES: Publik Tidak Apatis dengan Isu Sosial Politik
Artikel Terkini
TNI AL Tingkatkan Diplomasi Melalui ANCM
Kasal Terima Pelaporan Korps Kenkat 14 Pati TNI AL
Bamsoet: Tindak Aksi Premanisme Debt Collector dan Beri Saksi Berat Perusahaan Leasing
DAAI TV Gelar Idul Fitri Bersama Wapres Ma`ruf Amin dan Penyanyi Sulis
Idul Fitri, Wasekjen MUI: Umat Wajib Iman, Aman dan Imun
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas