INDONEWS.ID

  • Rabu, 27/01/2021 10:08 WIB
  • Demi Hidup Petani, Putu Supadma Rudana Minta Atasi Masalah Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

  • Oleh :
    • Mancik
Demi Hidup Petani, Putu Supadma Rudana Minta Atasi Masalah Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Putu Supadma Rudana (PSR), saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke PT.Pupuk Indonesia, di Provinsi Banten.

Jakarta, INDONEWS.ID - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Putu Supadma Rudana (PSR), memberikan perhatian khusus terhadap masalah kelangkaan pupuk bersubsidi. Kelangkaan pupuk bersubsidi ini terjadi pada saat petani memasuki musim tanam.

PSR menjelaskan, roadmap-nya harus dibuat sehingga proyeksi total kebutuhan yang 24 juta ton pupuk di Indonesia ini bisa terpenuhi. Untuk prognosa awal 2021, volume pupuk dari Pupuk Indonesia sebesar 15,47 juta ton dengan total penyaluran 13,49 juta ton (9,04 juta ton subsidi, 4,45 juta ton non-subsidi) sudah membuat petani kesusahan.

Baca juga : Siapkan Penyusunan Peraturan Pembangunan Ekonomi Jangka Panjang, Delegasi Baleg DPR RI Berdiskusi dengan Pemerintah Kenya

"Iya, roadmap nya harus dibuat, juga ke depan sistem pemasaran-nya. Klasik sekali ketika musim tanam pupuk langka, ketika panen harga jeblok. Jadi sistem dan roadmapnya Kemendag juga harus dibuat untuk petani kita. BUMN Holding pupuk ini yang harus menyiapkan sistem yang lebih komprehensif di bawah Kementerian BUMN,” kata PSR saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke PT. Pupuk Indonesia, di Provinsi Banten, Selasa (26/01/2021).

PSR mendorong pemegang kebijakan duduk bersama, baik Kementan, Kemendag juga KemenBUMN melalui BUMN Holding Pupuk Indonesia agar dapat terpenuhinya pupuk non-subsidi kepada petani.

Baca juga : Pj Bupati Maybrat Bahas Pengembangan Pertanian dengan Direktur Pembiayaan Pertanian, Kementerian Pertanian

"Anggaran subsidi pupuk tahun 2021 baru mencapai 25,28 triliun atau setara kurang lebih 9 juta ton pupuk, sehingga Kementerian BUMN perlu mendorong Kementerian Keuangan agar segera memberikan tambahan anggaran subsidi untuk peningkatan pupuk subsidi kepada petani yang saat ini masih kurang atau desifit kurang lebih 10 juta ton pupuk," tambah PSR.

PSR menambahkan, negara masih setengah-setengah dalam memberikan subsidi pupuk kepada para petani dengan jumlah yang terbatas. Untuk itu, ia meminta supaya dibuat mekanisme-nya agar dapat terpenuhi kebutuhan pupuk.

Baca juga : Ketua DPR RI Puan Maharani dan PM Jepang Fumio Kishida Sepakati Penguatan Kerja Sama Antar Parlemen Kedua Negara

Selain itu, perhatikan juga kartu tani. Ini sistem baru yang tentu masih perlu ditinjau kembali karena pada akhirnya dapat berpengaruh pada kondisi kelangkaan pupuk.*

 

 

Artikel Terkait
Siapkan Penyusunan Peraturan Pembangunan Ekonomi Jangka Panjang, Delegasi Baleg DPR RI Berdiskusi dengan Pemerintah Kenya
Pj Bupati Maybrat Bahas Pengembangan Pertanian dengan Direktur Pembiayaan Pertanian, Kementerian Pertanian
Ketua DPR RI Puan Maharani dan PM Jepang Fumio Kishida Sepakati Penguatan Kerja Sama Antar Parlemen Kedua Negara
Artikel Terkini
Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar Dirikan Dapur dan Pendistribusian untuk Korban Banjir Bandang Tanah Datar
Aksi PNM Peduli Serahkan Sumur Bor Untuk Warga Indramayu Dan Tanam Mangrove Rhizophora
PTPN IV Regional 4 Jambi, Bantu Beras Warga Solok
Pastikan Arus Barang Kembali Lancar, Menko Airlangga Tinjau Langsung Pengeluaran Barang dan Minta Instansi di Pelabuhan Tanjung Priok Bekerja 24 Jam
Umumkan Rencana Kedatangan Paus Fransiskus, Menteri Agama Dukung Penuh Pengurus LP3KN
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas