INDONEWS.ID

  • Senin, 01/02/2021 16:59 WIB
  • KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Bansos Corona, Duit Rp150 Juta Disimpan di Dalam Gitar

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Bansos Corona, Duit Rp150 Juta Disimpan di Dalam Gitar
Mantan Mensos, tersangka kasus korupsi Bansos corona (Foto:Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rekonstruksi secara terbuka kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Corona yang menyeret mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Dalam rekonstruksi iru, terungkap penyerahan duit suap dimasukkan ke dalam alat musik gitar.

Sebagaimana diberitakan detikcom rekonstruksi dilakukan di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Tiga tersangka dihadirkan yakni Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos RI, dan Harry Van Sidabuke selaku swasta.

Baca juga : Pangdam XIII/Merdeka Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran

Dalam adegan ke 13, Harry Sidabuke menyiapkan duit Rp150 juta untuk untuk diberikan kepada Matheus Joko sebagai penyerahan suap tahap delapan. Duit itu dimasukkan ke dalam gitar yang diserahkan di Boscha Cafe pada Agustus 2020.

Harry saat itu bersama dengan pihak swasta Sanjaya. Sanjaya juga tertangkap saat operasi tangkap tangan (OTT) namun tidak dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Baca juga : Ucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H, Rizal Ramli Berharap Bangsa Ini Bisa Bangkit Melangkah ke Depan

Harry kemudian bertemu lagi dengan Sanjaya di ruang sekretariat lantai 5 gedung Kemensos RI. Di tempat ini, ada transaksi penyerahan duit Rp 200 juta sebagai pemberian suap tahap kesembilan.

Dalam adegan ke 17, Harry kemudian menemui tersangka Matheus Joko Santoso di Karoke Raia pada Oktober 2020. Di tempat ini, ada penggunaan duit sebesar Rp 50 juta oleh Harry dan Matheus Joko.

Baca juga : Takbiran, Petugas Patroli Titik Keramaian di Kota Jambi

Berikutnya, Harry kembali bertemu dengan Matheus di lantai 5 Gedung Kemensos di bulan yang sama. Harry menyerahkan Rp 200 juta ke Matheus sebagai pembayaran suap tahap kesepuluh di sana. Hingga kini rekonstruksi kasus masih berlangsung.

Juliari Batubara ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus korupsi bansos Corona. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

"Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama, diduga diterima fee kurang-lebih sebesar Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS (Matheus Joko Santoso) kepada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW (Adi Wahyono) dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar," ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers sebelumnya.

"Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar, yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB," imbuh Firli.*

 

 

Artikel Terkait
Pangdam XIII/Merdeka Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran
Ucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H, Rizal Ramli Berharap Bangsa Ini Bisa Bangkit Melangkah ke Depan
Takbiran, Petugas Patroli Titik Keramaian di Kota Jambi
Artikel Terkini
Pangdam XIII/Merdeka Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran
Ucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H, Rizal Ramli Berharap Bangsa Ini Bisa Bangkit Melangkah ke Depan
Takbiran, Petugas Patroli Titik Keramaian di Kota Jambi
Tinjau Penyekatan Kendaraan, Kapolri Sebut Bisa Kurangi Arus Mudik Hingga 70 Persen
LPER Banyumas Dipercaya Salurkan Bantuan Kepada Para UMKM Industri Rumah Tangga
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas