indonews

indonews.id

Obligasi PNM Kelebihan Permintaan hingga Rp2 T dari Target Rp666 M

Obligasi PNM Kelebihan Permintaan hingga Rp2 T dari Target Rp666 M

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
zoom-in Obligasi PNM Kelebihan Permintaan hingga Rp2 T dari Target Rp666 M
Execuitive Vice President Keuangan dan Operasional PT PNM, Sunar Basuki

Jakarta, INDONEWS.ID - EVP Keuangan dan Operasional PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Sunar Basuki mengatakan obligasi atau surat utang yang ditawarkan perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari Rp2 triliun.

Awalnya, PNM menargetkan dana penawaran pengumpulan pesanan (bookbuilding) obligasi berkelanjutan senilai Rp 666,2 miliar. Namun dalam proses pembentukan harga ini, surat utang tersebut mengalami kelebihan permintaan.

Dana hasil penerbitan obligasi dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) ini akan digunakan untuk pendanaan dalam rangka penyaluran pembiayaan perusahaan di tahun ini.

"PUB tahap 3 sedang dalam tahap bookbuilding, minat yang terkumpul lebih dari 300% yang ditawarkan. Jadi kita Rp 666 miliar, tapi yang minat sudah lebih dari Rp 2 triliun," kata Sunar dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Rencananya obligasi ini akan diterbitkan dalam tenor 1, 3 dan 5 tahun. Dalam penerbitan kali ini perusahaan mendapatkan rating yang lebih baik yakni A+ dengan outlook stabil, di mana sebelumnya rating perusahaan masih pada posisi A-.

Obligasi ini merupakan tahap kelima dari Obligasi PUB III PNM dengan total penerbitan sebesar Rp 6 triliun.

Terakhir kali PNM menerbitkan obligasi, yakni pada Desember 2020 dengan nilai emisi sebesar Rp 1,73 triliun. Ini adalah Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020 dengan penjamin emisi PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 904,8 miliar dan kupon 6,5%, memiliki tenor 370 hari.

Lalu seri B sebesar Rp 537 miliar dengan bunga 7,5% dan tenor 3 tahun. Terakhir seri C senilai Rp 292 miliar dengan bunga 8,75% dan tenor 5 tahun.

Untuk diketahui, tahun ini perusahaan menargetkan pembiayaan senilai Rp 38 triliun untuk produk ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) dan Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Nilai ini naik dari pencapaian perusahaan di tahun lalu yang hampir mencapai Rp 27 triliun.

Perusahaan menargetkan terjadi peningkatan jumlah nasabah menjadi 9,6 juta nasabah dari posisi akhir tahun lalu yang sebanyak 7,9 juta nasabah.*

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas