INDONEWS.ID

  • Selasa, 23/02/2021 12:45 WIB
  • Senior Demokrat, Max Sopacua Minta Gelar KLB, Tuntut Partai Lebih Modern & Terbuka

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Senior Demokrat, Max Sopacua Minta Gelar KLB, Tuntut Partai Lebih Modern & Terbuka
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mendatangi Istana Kepresidenan pada Kamis (2/5/2019) untuk memenuhi undangan dari Presiden Joko Widodo.

Jakarta, INDONEWS.ID - Polekmik partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhyoyono terus berlanjut. Sejumlah kader senior partai berlambang mercy itu masih bersuara keras terhadap kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Salah satunya adalah politisi senior Demokrat Max Sopacua. Ia mengusulkan untuk dilakukan Kongres Luar Biasa (KLB). Ia mengatakan, dengan begitu maka kondisi partai bisa lebih baik.

Baca juga : KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja

Pihaknya menyebut, Kongres Demokrat yang diselenggarakan 2020 lalu yang mengangkat AHY menjadi ketua umum partai, tidak sesuai tata tertib.

“Kami, kader Partai Demokrat menggugat untuk mengembalikan dan menegakkan Demokrat menjadi partai modern dan terbuka," ujar Max Sopacua, Selasa (23/2/2021).

Baca juga : Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi

Dia mengaku, saat ini kondisi Partai Demokrat ada pada dua kubu. Yakni yang tetap mengharapkan partai tersebut dipegang oleh keluarga SBY dan kubu lain menurutnya adalah garis lurus.

Mantan anggota DPR tersebut menyindir, bahwa saat ini Demokrat seperti menjadi partai keluarga. Sementara pihaknya adalah kubu garis lurus, yang mengklaim ingin mengembalikan partai sesuai dengan cita-cita awal berdirinya.

Baca juga : Menperin: Satu Bulan Puasa Menempa Kita untuk Berdisiplin dan Jujur

"Itulah landasan kita berjuang, yang ditanamkan oleh Para Pendiri pada sejak awal. Tetapi dalam kepemimpinan SBY sebagai Ketua Umum, Partai Demokrat dikerdilkan menjadi partai keluarga," kata Max Sopacua.*

Artikel Terkait
KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja
Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi
Menperin: Satu Bulan Puasa Menempa Kita untuk Berdisiplin dan Jujur
Artikel Terkini
Perlu Penindakan Tegas Terhadap Kejahatan Penggunaan Alat Rapid Tes Bekas
TNI AL Selamatkan 27 ABK KM Sinar Mas yang Alami Kebakaran
KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja
Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi
Kutuk Serangan Israel, Presiden Jokowi: Agresi Harus Dihentikan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas