INDONEWS.ID

  • Jum'at, 05/03/2021 17:58 WIB
  • Gubernur Sumut Terkait KLB Partai Demokrat : Kalau Gak Berizin, Kita Bubarin!

  • Oleh :
    • Ronald
Gubernur Sumut Terkait KLB Partai Demokrat : Kalau Gak Berizin, Kita Bubarin!
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi. (Foto : istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi angkat bicara terkait kegiatan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill.

Dia pun sudah mengirimkan Satuan Tugas Covid-19 untuk mengecek langsung kegiatan yang berlangsung di Hotel The Hill, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Baca juga : Heboh, Aksi Edy Rahmayadi Bagi-bagi Uang di Gereja Sumut

Tidak tanggung-tanggung, dirinya secara tegas mengatakan untuk meminta Satgas Covid-19 untuk membubarkan acara tersebut jika kedapatan tidak memiliki izin atau ilegal.

"Satgas sudah di sana. Nanti saya cek kepada Satgas. Kalau di Satgas tidak ada (izin) kita usir, kita bubarin. Wartawan beritahu itu," kata Edy Rahmayadi, Jumat (5/3/2021).

Mantan Pangdam Bukit Barisan itu menegaskan agar setiap kegiatan terlebih lagi yang berpotensi membuat kerumunan tidak boleh diselenggarakan. Berdasarkan perintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), katanya, saat ini tidak boleh ada kegiatan yang membuat kerumunan.

"Tidak ada kegiatan yang tidak berizin di sini. Sanksinya adalah pidana. Saat ini berdasarkan Inpres, berdasarkan perintah presiden tidak ada kegiatan-kegiatan yang membuat kerumunan karena nanti bersangkutan dengan hukum di sana," ujarnya.

Edy menyebutkan ketegasan bukan berarti mendukung salah satu kubu dari Partai Demokrat, tetapi hanya menjalankan aturan agar pandemi covid-19 di Indonesia, khususnya Sumut bisa segera teratasi.

"Saya bukan provokator ya," ujar Mantan Pangostrad itu.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herry Zulkarnaen mengatakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Sibolangit adalah ilegal karena tidak sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat.

"Kita sudah laporkan ke Polrestabes Medan, pertama soal KLB yang ilegal, kedua KLB tersebut sudah melanggar prokes di Sumatera Utara, karena dengan kumpul-kumpul tersebut bisa tinggi (penyebaran) covid 19," ungkapnya.

KLB  itu sendiri digaungkan sejumlah organisasi sayap dan kader--yang beberapa sudah dipecat DPP Demokrat--untuk menggeser Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum.

Pendiri Partai Demokrat, Hencky Luntungan menyatakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat digelar di Hotel The Hill Hotel and Resort, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara pada Jumat (5/3) hingga Sabtu (6/3) esok. Hencky mengklaim KLB itu sudah didukung oleh 387 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat dari seluruh Indonesia.

Sementara itu,DPP Demokrat mengirimkan surat kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang dimotori oleh sejumlah mantan kader.

Sedangkan Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin untuk penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara pada hari ini, Jumat (5/3).

"Polri tidak mengeluarkan izin," kata Argo kepada wartawan lewat pesan singkat.

Namun demikian, dia belum mengatakan apakah kepolisian akan membubarkan kegiatan tersebut atau tidak apabila tetap berlangsung dan melanggar protokol kesehatan Covid-19. (rnl)

 

 

 

Artikel Terkait
Heboh, Aksi Edy Rahmayadi Bagi-bagi Uang di Gereja Sumut
Artikel Terkini
TNI AL Tingkatkan Diplomasi Melalui ANCM
Kasal Terima Pelaporan Korps Kenkat 14 Pati TNI AL
Bamsoet: Tindak Aksi Premanisme Debt Collector dan Beri Saksi Berat Perusahaan Leasing
DAAI TV Gelar Idul Fitri Bersama Wapres Ma`ruf Amin dan Penyanyi Sulis
Idul Fitri, Wasekjen MUI: Umat Wajib Iman, Aman dan Imun
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas