indonews

indonews.id

Ini Daerah Jadi Sasaran Penyebaran Aliran Hakekok

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
zoom-in Ini Daerah Jadi Sasaran Penyebaran Aliran Hakekok
Pengikut Aliaran Hakekok sedang menjalani ritual mandi bersam tanpa busana (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Akhir-akhir ini, aliran Hakekok Balaka Suta jadi perbincangan publik menyusul video yang beredar memperlihatkan ritual mandi bersama pengikut perempuan dan laki-laki tanpa busana.

Ternyata diketahui, aliran ini bukan fenomena baru karena sudah lama berkembang di Banten dan sejumlah wilayah seperti Bogor dan DKI Jakarta.

Aliran Hakekok pertama kali dikembangkan oleh E, warga Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

E dikenal sebagai guru spritual. Ia menerima murid dari berbagai daerah di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Setelah E meninggal, aliran Hakekok dikembangkan oleh muridnya, Supri, warga Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Beberapa tahun kemudian, Supri juga meninggal dunia. Putra Supri, Arya (52) melanjutkan ajaran Hakekok.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten A.M Romly mengatakan, penganut aliran Hakekok menyebar di berbagai daerah di Banten, seperti Padeglang, Lebak, Serang, dan Tangerang.

“Aliran Hakekok Balaka Suta itu sudah darri dulu ada, cuma timbul tenggelam, tidak banyak pengikutnya. Tapi keluarga keturunan dapat mencari pengikut,” ujar Romly, dikutip Pojoksatu.id dari RMOL Banten, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Romly, tradisi ritual mandi bareng tanpa busana yang dilakukan penganut aliran Hakekok baru dihidupkan lagi, sehingga perlu dibina agar tidak meluas.

“Itu bukan sekarang aja, di setiap daerah ada, kadang ada di Lebak, Tangerang, Serang, ini baru muncul lagi,” Katanya.

Atas kondisi itu, Romly meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas aliran-aliran yang tidak sesuai ajaran agama agar tidak menyesatkan masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi, Polri harus menangani ini supaya tidak timbul keresahan,” Tegasnya.

Romly menjelaskan, pembinaan khusus baik kepada pelaku maupun masyarakat dilingkungan aliran tersebut perlu ditingkatkan, jika tidak, maka regenerasi aliran Hakekok akan terus berkembang.

“Biarkan hidup sehari-hari mereka merasa tenang sesuai garapan masing-masing Petani, Pedagang. Artinya pembinaan khusus kepada mereka harus dilakukan,” Terangnya.

Para Dai (pendakwah) kata Romly, memiliki peranan penting di tengah masyarakat untuk meluruskan aliran sesat agar sesuai syariat Islam.

“Kami mengajak kepada seluruh elemen untuk bersama-sama menciptakan suasana aman, tentram, dengan tidak mengikuti aliran-aliran sesat dan menyesatkan,” demikian A.M Romly.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas