INDONEWS.ID

  • Kamis, 25/03/2021 18:15 WIB
  • Bangkit dari Pandemi, Pentingnya Birokrasi dan Masyarakat Berkarakter Sambut Indonesia Emas 2045

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Bangkit dari Pandemi, Pentingnya Birokrasi dan Masyarakat Berkarakter Sambut Indonesia Emas 2045
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Dr. (H.C) Ir. H. Suharso Monoarfa Memberi Materi pada Kuliah Umum Politeknik STIA LAN Jakarta.

Jakarta, INDONEWS.ID - Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema "Akselerasi Modalitas Birokrasi Dalam Pelayanan Publik untuk Mewujudkan RPJMN 2024" bersama narasumber Dr. (H.C.) Ir. H. Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta, ASN Lembaga Administrasi Negara, dan peserta dari masyarakat umum secara daring pada Kamis, (25/3/21).

Baca juga : Dilakukan Secara Bertahap, Kepala Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Baru Mulai 2024

Kegiatan Kuliah Umum ini dimulai dengan opening speech Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, S..H., M.A., Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administasi Negara (KKIAN) LAN RI.

Dalam pemaparannya, Tri Widodo Wahyu Utomo mengatakan bahwa perencanaan pembangunan adalah penentu keberhasilan suatu negara dalam mencapai visi negara tersebut, khususnya dalam rangka akselerasi pembangunan sumber daya manusia dan perekonomian.

Baca juga : Menteri Suharso Monoarfa Tinjau Produk Biomedik Karya ITB dan UNPAD

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr. (H.C) Ir. H. Suharso Monoarfa mengawali kuliah umum ini dengan menyampaikan visi misi dan arahan utama Presiden dan Wakil Presiden RI.

Dalam visi, misi, dan arahan tersebut, Menteri Suharso Monoarfa menyebut terdapat tujuh agenda pembangunan antara lain ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan, SDM berkualitas dan berdaya saing.

Baca juga : Suharso Monoarfa: Rakortekbang Simpul Penyelarasan Rencana Kerja Pusat dan Daerah

Selanjutnya ada revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar, lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan perubahan iklim serta stabilitas politik, hukum, pertahanan dan keamanan, dan transformasi pelayanan publik.

Suharso Monoarfa juga mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan birokrasi berkarakter di masa depan antara lain pro-aktif dalam membuat solusi pelayanan, bekerja berbasis bukti (evidence-based), adaptif dalam menyesuaikan perkembangan teknologi informasi komunikasi, berfokus pada hasil dan kinerja, dan berorientasi pelayanan pada masyarakat.

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini cukup menunda pencapaian visi misi bangsa Indonesia, khususnya pada RPJMN 2020-2024. Untuk itu, tahun 2021 dan 2022 dijadikan tonggak utama prioritas kebangkitan pemulihan ekonomi nasional serta transformasi menuju Indonesia berdaya saing unggul pada 3-5 tahun ke depan. Government Effectiveness Index Indonesia saat ini menujukkan tren peningkatan, namun tetap diperlukan upaya perbaikan-perbaikan.

Hadir pula pada kesempatan ini, Dr. Ir. Slamet Soedarsono, MPP, QIA, CRMP, CGAP., Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, yang menjawab pertanyaan peserta kuliah umum.

Moderator pada kegiatan kuliah umum ini adalah Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta.

Nurliah menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bapak Menteri, Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administasi Negara (KKIAN) LAN RI, dan Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas.

Nurliah menyatakan harapannya agar pembangunan jangka menengah dan jangka panjang Indonesia pada saat ini dapat tercapai dengan peran aktif tidak hanya dari para birokrat atau Aparatur Sipil Negara, namun juga dari sektor swasta dan masyarakat luas pada umumnya, khususnya generasi muda sebagai harapan dan pemimpin bangsa pada saat visi Indonesia 2045 itu akan terwujud nantinya.

Para peserta sangat antusias mengikuti kuliah umum ini terbukti dengan bertahannya 1000 peserta via Zoom dan 174 peserta di YouTube, sampai acara berakhir.*

Artikel Terkait
Dilakukan Secara Bertahap, Kepala Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Baru Mulai 2024
Menteri Suharso Monoarfa Tinjau Produk Biomedik Karya ITB dan UNPAD
Suharso Monoarfa: Rakortekbang Simpul Penyelarasan Rencana Kerja Pusat dan Daerah
Artikel Terkini
TNI AL Selamatkan 27 ABK KM Sinar Mas yang Alami Kebakaran
KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja
Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi
Kutuk Serangan Israel, Presiden Jokowi: Agresi Harus Dihentikan
Menperin: Satu Bulan Puasa Menempa Kita untuk Berdisiplin dan Jujur
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas