INDONEWS.ID

  • Minggu, 28/03/2021 18:09 WIB
  • Terima Gelar Doktor Kehormatan dari IPB, Doni Monardo: Mari Kita Menjaga Kedaulatan Lingkungan

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Terima Gelar Doktor Kehormatan dari IPB, Doni Monardo: Mari Kita Menjaga Kedaulatan Lingkungan
Kepala BNPB Doni Monardo terima gelar doktor kehormatan dari IPB University.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Doni Monardo mengenalkan jargon ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’ setelah menjabat sebagai kepala BNPB pada 2019 lalu. Hal ini tidak terlepas dari kepeduliaan yang tinggi terhadap lingkungan. Konsistensi dalam menjaga alam membawa Doni dianugerahi gelar doktor kehormatan atau doktor honoris causa.

Kepedulian dan kecintaan Doni terhadap alam ini terbentuk sejak bertugas sebagai seorang militer. Di dalam pemikirannya, Doni mengatakan, merawat bangsa tidak hanya mengedepankan prinsip demokrasi atau kedaulatan rakyat tetapi juga ekokrasi atau kedaulatan lingkungan.

Baca juga : Gempa Bumi Guncang Nias Barat, BNPB Terima Laporan dari 11 BPBD

“Merawat bangsa tidak hanya mengedepankan prinsip democracy (kedaulatan rakyat), tetapi juga harus mengedepankan prinsip ecocracy atau kedaulatan lingkungan,” ujarnya melalui pesan video saat penganugerahan gelar doktor kehormatan yang berlangsung di IPB University, Bogor, Sabtu (27/3/2021) kemarin.

Lanjutnya, prinsip ini didukung dengan konteks yang lebih holistik yaitu pendapatnya mengenai konteks ketuhanan, sesama dan alam.

Baca juga : Status Zona Merah, Pj Gubernur Jambi Usul Rumah Sakit Khusus Covid-19

“Dalam konteks religius, umat Islam tidak hanya diwajibkan menjaga hubungan dengan Allah SWT hablum minallah dan hubungan sesama manusia hablum minannas, tetapi juga hubungan dengan alam, hablum minal ‘alam,” kata Doni.

Sosok Doni Monardo yang dekat dengan alam ini tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai seorang militer. Ia lebih banyak bertugas di daerah operasi dan sebelumnya selalu berlatih di kawasan hutan.

Baca juga : Doni Monardo Minta Masyarakat Patuhi Larangan Mudik Idul Fitri

Lima puluh persen waktu pengabdian saat bertugas di Kopassus dihabiskannya dengan berada di hutan.

“Sehingga setiap saat saya pasti ketemu tanaman, ketemu pohon. Ketemu mata air, ketemu binatang dan hewan,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa tugas di kemiliteran membuatnya merasa bahwa tanpa alam, tanpa hutan, manusia tidak ada apa-apanya.

“Karena kita itu bisa bernafas, bisa mendapatkan air, itu semuanya berasal dari kawasan hutan sehingga itu yang membuat saya, mengantar saya, setiap saya ditugaskan di manapun hampir pasti selalu memperhatikan masalah lingkungan,” ucap Doni yang pernah menjabat Danjen Kopassus dan Danpaspampres.

Kisah yang membuatnya semakin mengagumi alam ketika pada April 1988 Doni terselamatkan pecahan roket yang mengarah kepadanya. Ia selamat karena berlindung di balik pohon kala itu.

“Jadi ada pohon besar, di bawahnya itu ada lubang, jadi saya masuk ke dalam lubang itu. Jadi ketika pecahan roket itu menerpa bagian atas kepala saya, itu tempelan, lempengan besi cukup banyak,” tuturnya.

Ia melanjutkan, “Artinya kalau saya tidak masuk di bagian dalam, mungkin sebagian besar badan saya sudah terkena potongan roket dan bisa selamat karena ada pohon besar. Jadi saya termasuk yang harus berhutang budi kepada pohon-pohon itu.”

Ketika menjadi komandan brigade, danrem, danpaspampres, danjen Kopassus dan pangdam, salah satu program yang ia tekankan yaitu penanaman pohon.

Karya mulianya tampak pada kawasan sejuk penuh pepohonan di Brigif Para Raider 3 Tri Budi Sakti di Kariango dan Batalyon 731 Kabaresi di Masohi. Ia juga membuat program pemulihan Sungai Citarum.

“Air sumber kehidupan, sungai adalah peradaban bangsa. Bagaimana kita bisa dianggap sebagai bangsa yang beradab, ketika mata air kita musnahkan dan sungai kita cemari,” ucap Doni saat membacakan pidato orasi di IPB University.

Berbagai upaya kepedulian dalam hubungan sesama dan alam diwujudkan dengan berbagai kegiatan seperti membangun hubungan dengan Pemerintah Timor Leste, pemulihan pascakonflik Maluku dengan emas hijau dan emas biru serta penegakan hukum ekokrasi terhadap para perusak lingkungan.*

Artikel Terkait
Gempa Bumi Guncang Nias Barat, BNPB Terima Laporan dari 11 BPBD
Status Zona Merah, Pj Gubernur Jambi Usul Rumah Sakit Khusus Covid-19
Doni Monardo Minta Masyarakat Patuhi Larangan Mudik Idul Fitri
Artikel Terkini
Perlu Penindakan Tegas Terhadap Kejahatan Penggunaan Alat Rapid Tes Bekas
TNI AL Selamatkan 27 ABK KM Sinar Mas yang Alami Kebakaran
KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja
Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi
Kutuk Serangan Israel, Presiden Jokowi: Agresi Harus Dihentikan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas