INDONEWS.ID

  • Jum'at, 14/05/2021 18:56 WIB
  • Menkominfo Johnny Plate Sebut Pemulihan Layanan Telekomunikasi di Jayapura Bertahap

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Menkominfo Johnny Plate Sebut Pemulihan  Layanan Telekomunikasi di Jayapura Bertahap
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, memberikan penjelasan terkait dengan upaya pemulihan gangguan layanan telekomunikasi yang terjadi di Jayapura, Papua. Penjelasan ini diberikan terutama karena ada gangguan yang sifatnya sementara.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, pemulihan gangguan layanan telekomunikasi di Jayapura berlangsung bertahap.

Baca juga : Bahas RUU Otsus Papua, Filep Harap Pemerintah Libatkan MRP

Menkominfo menjelaskan, gangguan layanan telekomunikasi terjadi karena kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Indonesia Barat dan Indonesia Timur di Utara Jayapura terputus di kedalaman lebih dari 4000 hingga 4050 meter di dasar laut.

"Kabel bawah laut ini yang menjadi tulang punggung transmisi data Indonesia Barat dan Indonesia Timur itu terputus, sehingga terjadi gangguan layanan telekomunikasi. Kami terus berusaha bersama operator seluler dan operator fiber optik bawah laut untuk memulihkan transmisi data dari kawasan barat ke kawasan timur dengan pemanfaatan microwave link, radio link dan berbagai sarana yang lain," kata Menkominfo pada acara Halal Bihalal Virtual yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, dari Jakarta, Jumat (14/05/2021).

Baca juga : Perkuat Branding UMKM Lokal, Menkominfo: Kominfo Percepat Bangun Infrastruktur TIK

Pada kesempatan ini, Menteri Johnny memastikan pemulihan sepenuhnya baru bisa dilakukan pada Juni bulan mendatang,
"Dan karenanya tentu tidak mengherankan saya apabila memang tadi di Mimika terjadi kendala yang berkaitan dengan transmisi data," jelasnya.

Kepada Menkopolhukam Mahfud MD, Menkominfo menyampaikan pada tahun 2021 dan 2022 Kementerian Kominfo lakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi secara masif dan besar-besaran di seluruh wilayah Papua Papua Barat.

Baca juga : Menkominfo Johnny Plate Sebut Implementasi 5G Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Hal itu sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T seluruh Indonesia.

"Mudah-mudahan kita dapat selesaikan ini di akhir tahun 2022 nanti, dan peningkatan-peningkatan kapasitas layanan tentu akan semakin membaik dengan akan hadirnya satelit SATRIA 1 dengan kapasitas 150 Gbps, salah satu dari 5 satelit terbesar di dunia yang akan melayani keseluruhan Elektronic Government Indonesia," ungkapnya.

Menkominfo berharap, pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut secara keseluruhan akan melayani kebutuhan digital masyarakat.

Menkominfo menyatakan setiap menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan penggunaan bandwidth terus mengalami peningkatan. Seperti perayaan Idulfitri tahun ini, peningkatan trafik diperkirakan mencapai 30 persen.

"Khusus tahun ini sekitar 20 persen bahkan hampir 30 persen terjadi peningkatan trafik telekomunikasi, karena memang pemanfaatan ruang digital sudah mengambil peran aktif yang substantif dalam kehidupan manusia, mengambil peran yang besar bagi masyarakat kita," paparnya

Pemulihan Bertahap Layanan Telekomunikasi di Jayapura

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permady menjelaskan, Kementerian Kominfo telah melakukan koordinasi dengan PT Telkom Indonesia sebagai penyelenggara layanan internet mengenai gangguan yang terjadi di Jayapura, Papua.

“Pihak Telkom mengonfirmasi adanya gangguan layanan sejak tanggal 30 April 2021 karena putusnya SKKL ruas Biak - Jayapura dengan titik lokasi 360 km dari Jayapura,” jelas Dedy Permadi.

Menurut Jubir Kementerian Kominfo pergeseran lapisan bumi dasar laut sebagai penyebab putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).

“Penyebab putusnya kabel ini diperkirakan adalah akibat pergeseran lapisan bumi di dasar laut. Hal ini mengakibatkan seluruh layanan Telkom Group mengalami gangguan dengan total trafik sebesar 135 Gbps,” jelasnya.

Jubir Dedy Permadi menyatakan Telkom Group telah melakukan perbaikan layanan tahap awal, dimulai dari reaktivasi layanan Voice, layanan IP VPN Telkom, dan ASTINET Telkom.

“Perbaikan layanan internet dan data dilakukan secara bertahap dimulai pada 30 April 2021 kemarin, dengan melakukan deployment link backup, antara lain melalui Palapa Ring Timur, satelit, dan penambahan radio,” jelasnya.

Selain itu, Jubir Kementerian Kominfo menjelaskan pemulihan juga dilakukan dengan fasilitas layanan jaringan tulang punggung, Palapa Ring Timur.

“Saat ini, Telkom sudah memulihkan layanan telepon dasar (voice dan sms) yang difasilitasi Palapa Ring Timur satelit, dan microwave radio dengan total kapasitas 969 Mbps,” paparnya.

Bahkan, pada minggu kedua Mei 2021 akan berlangsung penambahan kapasitas untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. “Kapasitas akan ditambah menggunakan satelit dan microwave radio agar setidaknya pada minggu kedua bulan Mei 2021 total kapasitas bertambah menjadi 2,5 Gbps,” tutur Jubir Dedy Permadi.

Menurut Jubir Kementerian Kominfo, pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar layanan telekomuniaksi bisa pulih seperti sediakala.

“Kementerian Kominfo akan terus melakukan pengawasan dan update progress secara berkala, serta mendorong penyedia layanan internet untuk merespon hal ini dengan sigap,” tutupnya.*

 

 

Artikel Terkait
Bahas RUU Otsus Papua, Filep Harap Pemerintah Libatkan MRP
Perkuat Branding UMKM Lokal, Menkominfo: Kominfo Percepat Bangun Infrastruktur TIK
Menkominfo Johnny Plate Sebut Implementasi 5G Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Artikel Terkini
Ini Pesan Jokowi Agar Terhindar dari Ancaman Covid-19
Kasal Anugerahi Adhi Makayasa Putra Papua Anak Juru Parkir
Pemerintah Siapkan 1.200 Sentra Vaksinasi Massal Gratis di Seluruh Indonesia
Target Jadi Pemain Utama, Kemenperin Akselerasi Ekosistem Industri Baterai Litium Kendaraan Listrik
Mahaputra Vs Medioker
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas