Analisis Post Match Turki 0 - Italia 3
Italia bermain baik. Turki kehilangan disiplin di babak kedua. Awal yang baik buat Italia dan sinyal cukup kuat sebagai salah satu favorit juara tahun ini. Masih banyak PR buat Mancini jika ingin mencapai puncak 12 Juli nanti.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
Oleh: Syafri Adnan, pengamat Bola
Piala Eropa, INDONEWS.ID - Italia bermain baik. Turki kehilangan disiplin di babak kedua. Awal yang baik buat Italia dan sinyal cukup kuat sebagai salah satu favorit juara tahun ini. Masih banyak PR buat Mancini jika ingin mencapai puncak 12 Juli nanti.
Italia sangat disiplin dalam bertahan. Kiper Donnarumma praktis banyak menganggur. Selama 70 menit hampir tidak ada serangan Turki yang berarti.
Sangat mengherankan duo Yilmas dan Karaman, selain kurang inisiatif juga kurangnya umpan-umpan matang dari lini tengah.
Bintang Turki Calhanoglu bermain di bawah form di bawah tekanan Locatelli maupun penggantinya Cristante dalam bentuk zona-marking.
Turki dipaksa bertahan selama 70 menit, sampai terjadinya dua gol, bunuh diri Demiral (Juventus) karena salah mengantisipasi umpan silang Berardi dan tusukan Immobile dalam kotak penalti.
Gol ketiga Italia terjadi saat Turki sudah mulai keluar menyerang, dalam suatu perebutan bola di lini tengah, Jorginho-Man of the Match, dengan tangguh melewati tiga pemain, dan set piece ini berakhir dengan tendangan menyilang oleh Insigne. Setelah itu upaya Turki sia-sia.
Meski kalah, belum berarti kiamat buat Turki. Masih ada dua pertandingan lagi. Minimal bisa menjadi empat ranking ke-3 terbaik dalam grup.
Untuk itu, tiada jalan lain selain memperkuat serangan. Bagi Italia, agar segera menyudahi euphoria kemenangan. Italia belum meraih apapun. Harus terus berbenah dan lebih baik lagi.
Semoga Veratti dan Sensi segera fit untuk memperkuat lini tengah. Semoga juga Belotti dan young gunner Raspadory diberi menit bermain yang cukup dalam babak grup, sebagai persiapan dalam keadaan kritis, jika maju dalam babak selanjutnya.
FORSA AZZURI.
06-SAB