POST-MATCH: ITALIA 2 - AUSTRIA 1
POST-MATCH: ITALIA 2 - AUSTRIA 1
Reporter: luska
Redaktur: very
Penulis : Syafri Adnan
ULASAN EURO 2021
BABAK 16 BESAR
Pertarungan berat buat Italia. Babak pertama sungguh menjemukan, babak kedua Austria lebih berbahaya. Waktu normal skor tetap kacamata 0-0. Beruntung pada babak pertama perpanjangan waktu, Italia bisa mencetak gol melalui skill individu Chiesa dan hasil scrimmage di depan gawang Austria, Pessina menembak ke tiang jauh dan gol 2-0.
Dari statistik pertandingan, Italia sebenarnya menguasai bola lebih baik (52%-48%), namun kurang efektif seperti terlihat dari tembakan ke sasaran ( 6/27-3/15). Austria bermain keras terlihat dari kartu kuning (10-22).
Italia turun dengan stok pemain pilihan pertama Mancini. Hanya Florensi dan Chiellini yang tidak fit untuk diturunkan. Donnarumma dan lini pertahanan Italia cukup baik.
Lini tengah tampil tidak dalam form terbaik. Veratti lebih sering berbenturan, demikian juga Barella. Jorginho tidak seperti biasa. Hal ini diperburuk dengan lini depan yang kurang menggigit. Satu peluang emas Immobile, tendangan hanya menyentuh tiang jauh dan keluar.
Austria bermain luar biasa. Walau kipernya Bachmann biasa saja, namun lini pertahanan yang di koordinir Alaba bermain penuh disiplin. Duo Anchor-man, Grillidich dan Schlage aktif menutup pergerakan lini tengah Italia.
Sementara kemampuan individu Arne ditunjang gerakan eksploisif Lainer, Sabitzer, dan Baumgartner sering membuat kemelut depan gawang Donnarumma. Beruntung satu gol Austria dianulir karena lebih dulu off-side.
Coach Foda sangat lihai dalam pergantian pemain. Mengetahui bahwa babak normal akan draw, Austria hanya mengganti satu pemain. Namun dalam babak perpanjangan waktu, Foda memasukkan 4 pemain muda bertenaga untuk beradu dengan lini belakang Italia yang sudah letih. Hasilnya Austria mampu membalas dengan gol Sasa Kalajdzig (Stuttgart) melalui set-piece yang indah, tendangan corner kick di konversi dengan sundulan setinggi perut di tengah kepungan pemain Italia.
Sayang gol tersebut datang terlambat. Italia yang bermain dibawah tekanan selama waktu normal, kembali meraih kepercayaan diri setelah unggul dua gol. Gol balasan Austria-yang merupakan gol pertama ke gawang Donnarumma setelah 11 pertandingan sebelumnya berhasil clean-sheet.
Italia memang menang, tetapi jika bermain dengan ritme seperti malam ini-yang kembali dengan gaya Italia yang usang (terutama di babak normal), maka Italia akan mengalami kesulitan besar dalam menghadapi pemenang Belgia versus Portugal di Allianz-Munich, Sabtu 3 Juli Jam 02.00.
Austria bisa pulang dengan kepala tegak. Ini pencapaian terbaik mereka. Mereka hanya kurang pengalaman dalam mengatur tempo. Next time better.