POST-MATCH: ITALIA 2 - BELGIA 1
POST-MATCH: ITALIA 2 - BELGIA 1
Reporter: luska
Redaktur: very
Penulis : Syafri Adnan
ULASAN EURO 2021
QUARTER-FINAL
Laga ini berlangsung seru sejak menit pertama sampai peluit panjang berbunyi akhir pertandingan. Italia menurunkan full-team termasuk Chiellini yang bermain cemerlang dan Veratti yang sempat tidak fit. Pemain cadangan yang bermain Chiesa di posisi Berardi. Back kanan tetap Di Lorenzo karena Florenzi masih belum fit.
Belgia memainkan trio back veteran-agak mengherankan juga, kuartet lini tengah : Meunier-Tiellemans-Witsel-T.Hazard. Meunier dan Hazard bermain di bawah form. Demikian juga Tiellemans. Hanya Witsel-pemain jangkar yang bermain baik. Belgia tetap ngotot menurunkan De Bruynee. Dipahami karena dia adalah pengatur serangan Belgia.
Agak mengagetkan, pasangan duo wide- Attacker adalah Bruyner dan Doku. Rupanya Martinez menginginkan kecepatan pemain sayap untuk menerobos tembok Italia yang terkenal sangat tangguh. Lukaku ditempel secara bergantian oleh Chiellini dan Spinazolla.
Italia menyerang lebih terstruktur dengan dirigennya Veratti. Chiesa dibantu Barella dan Insigne dibantu Spinazolla mengeksploitasi kedua sisi pertahanan Belgia, ditambah tusukan Veratti dan Jorginho langsung ke jantung pertahanan Belgia, membuat Belgia sedikit groggy dan mengurangi intensitas serangannya.
Gol pertama Italia adalah buah keuletan Barella yang mau bertarung satu lawan satu setelah mendapat umpan terobosan. Tendangan rendah tepat ke sasaran. Italia 1-Belgia 0.
13 menit kemudian tepat menit ke 44, insigne melakukan solo-run dari sisi kanan pertahanan menuju ke daerah penalti dan diantara kawalan pemain Belgia, Insigne melepas tembakan keras agak melengkung ke pojok kiri atas gawang Cortuis. Gol yang indah. Italia 2 - Belgia 0.
Pada masa injury-time babak pertama, tepatnya menit ke 45+1, Belgia mendapat hadiah penalti. Doku yang melakukan solo-run disisi kanan gawang Italia, bersenggolan dengan Di Lorenzo dan terjatuh. Lukaku yang menjadi algojo dan berhasil. Italia 2-Belgia1.
Babak kedua kembali terjadi jual-beli serangan walau Belgia lebih banyak menguasai permainan. Upaya memasukan Mertens dan Chadli untuk membantu Bruyner dan Doku tetap gagal menyamakan kedudukan. Bahkan Chadli mengalami kram otot sehingga harus diganti lagi oleh Praet yang kurang sekualitas.
Italia mengalami kerugian besar ketika Spinazolla yang sedang berupaya mengejar bola di daerah Belgia, tertarik otot kakinya. Sambil menangis, Spinazolla yang selalu bermain cemerlang, diganti oleh Emerson. Cristante juga masuk menggantikan Veratti.
Strategi tepat mengingat Veratti sudah terkena kartu kuning dan upaya menyimpan tenaga untuk Semi final. Belotti juga masuk menggantikan Immobile yang sedang off-day. Terakhir Chiesa diganti oleh Toloi, tujuannya untuk memperkuat lini pertahanan.
Walau Belgia cenderung mengganas dengan dua peluang emas Lukaku dan juga Mertens. Italia hanya mengandalkan serangan sporadis, sembari terus mengkoordinir pertahanannya yang bermain sangat disiplin.
Kemenangan Italia adalah harga yang pantas buat penampilan mereka yang menawan bak Orkestra. Mancini berhasil meracik strategi yang membuat pemain pemain Italia menikmati permainannya. Belgia kembali gagal menuju final. Sayang sebenarnya, karena saat ini lah usia pemain pemain yang merupakan generasi emas Belgia, diharapkan mencapai puncaknya.
Italia akan bertemu Spanyol yang juga kandidat juara, di Semi-final, Wembley Stadium, Rabu 7 juli jam 23.00.