Pelajaran Bisu Dari Daun
Pelajaran Bisu Dari Daun
Reporter: luska
Redaktur: very
QUOTE HARI KE-6 1443 H (6 MUHARRAM 1443 H)"
by : Noryamin Aini
(Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)
Kita tidak bisa memilih dilahirkan oleh siapa, dimana, dan kapan. Semuanya sudah menjadi ketentuan azali (sesuai perjanjian primordial janin dengan Tuhan) dari Allah. Oleh sebab itu, terimalah apa adanya awal kehidupan dan asal-usul kehadiranmu di dunia.
Inilah takdir. Karenanya, jangan pernah sesali asal-usulmu, karena penyesalan terhadapnya membuatmu sulit untuk move on. Semuanya adalah masa lalu, sebatas kenangan manis atau sedih. Ingat! masa lalu tidak bisa diputar ulang, walaupun ia menorehkan banyak kenangan dan kebahagiaan.
Sahabat!
“Jika anda terlanjur terlahir miskin, itu bukan kesalahan anda sendiri. (Itu sudah takdir suratan jalan hidupmu). Tetapi, jika anda *mati dalam keadaan miskin*, itu kesalahan anda sendiri.” Demikian petuah bijak Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia.
Nasihat Gates ini mengajarkan kita filosofi etika peduli (the ethic of care) terhadap pasang-surut dan masa depan kehidupan pribadi kita, dan etika tanggungjawab (the ethic of responsibility) terhadap kondisi obyektif kita saat ini.
Jika kondisimu sekarang secara finansial sangat sulit, tidak usah mencari kambing hitam, mencari pihak lain yang mau ditumbalkan, atau mau dihujat untuk anda mengelak, lari dari tanggungjawab. Belajarlah menerima dan konsekuen terhadap efek dari perilaku kita.
Ingatlah satu pelajaran penuh hikmah dari alam. "Saat diterpa tiupan angin kencang, daun yang jatuh tidak pernah membenci angin. Ini sudah menjadi rumus kodrati alam.
Kalau anda mau tetap eksis di dunia, bahkan kerinduan agar kondisi hidup terus membaik, hanya ada satu pilihan yaitu "rencanakan dan lakukan sesuatu yang dapat mengantarkanmu meraih impian, dan sampai ke pintu kesuksesan dan kebahagiaan".
Sahabat! "kita adalah hasil dari jerih payah usaha kita sendiri". Kesuksesan tidak pernah didapatkan gratis. Ia adalah hasil pergumulan abadi kita tanpa henti memperjuangkan tangga eskalasi keberhasilan. Maka, perjuangkanlah masa depan kita masing-masing dengan segala mimpi. Jangan pernah berhenti untuk membahagiakan perasaan diri kita masing-masing dengan bukti kesuksesan.
Pamulang, 15 Agustus 2021