KORNAS-Jokowi Minta Presiden Kurangi Jatah Menteri dari Parpol
Karena itu, menjelang desas-desus reshuffle kabinet, Kornas-Jokowi meminta Presiden Jokowi untuk mengurangi jatah menteri dari partai politik.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID -- Tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin memperlihatkan beberapa anggota kabinet hanya sibuk mempersiapkan diri menuju pemilu 2024. Mereka itu baik yang berasal dari partai politik maupun dari kalangan profesional.
Karena itu, menjelang desas-desus reshuffle kabinet, Kornas-Jokowi meminta Presiden Jokowi untuk mengurangi jatah menteri dari partai politik.
“Karena kami menilai menteri-menteri yang berasal dari parpol akan meninggalkan presiden di tahun 2022 mendatang,” ujar Ketua Umum Kornas-Jokowi, Abdul Havid Permana dalam rilisnya, Jumat (12/11/2021).
Havid menegaskan bahwa sebagai kelompok pendukung Presiden Jokowi, pihaknya senantiasa mengingtkan para menteri agar berlaku profesional.
“Sebagai kelompok pendukung presiden yang setia, sejak tahun 2012, 2014 dan 2019, tentu kami perlu mengingatkan presiden untuk menegur keras menteri menterinya yang sibuk persiapan pemilu 2024. Baik itu yang berasal dari parpol maupun profesional,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga meminta secara langsung kepada menteri yang hanya sibuk dengan kepentingan pribadi dan kelompoknya agar kembali menjalankan tugas-tugas demi kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.
“Menteri-menteri ini yang sibuk dengan kepentingan pribadi dan kelompoknya padahal sejak awal sudah ditegaskan oleh presiden bahwa tidak ada visi misi menteri, yang ada hanyalah visi misi presiden dan wakil presiden. Tapi mereka malah tetap ngeyel,” tegas mantan aktivis mahasiswa ini.
Maka dari itu sambung Havid, Kornas-Jokowi juga perlu mengingatkan menteri-menteri yang sibuk dengan persiapan pemilu 2024 untuk kembali kepada rel yang telah ditentukan presiden sejak awal mereka dilantik. ***