Beli Saham Rp92 M, KPK Diminta Proaktif Selidiki Bisnis Milik Kaesang Pangarep
Mahasiswa dan masyarakat meminta KPK agar proaktif menuntaskan persoalan bisnis Kaesang yang heboh ini secara kredibel, akuntabel, karena ada hal-hal yang mungkin tidak pantas dan mencurigakan.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID – Salah satu butir tuntutan reformasi yaitu pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) dari akar-akarnya. Karena itu, salah satu sasaran empuk pemberantasan KKN tersebut menyasar dalam diri Soeharto, keluarga, dan para kroninya.
Kini, era reformasi telah berjalan 23 tahun, namun KKN belum bisa diberantas dan malah makin bertambah. Ada pameo jika pada era Orde Baru korupsi dilakukan di bawah meja, maka pada era sekarang korupsi dilakukan terang-terang-terangan di atas meja, bahkan dengan meja-mejanya juga dikorupsi.
Karena itu, bisnis para pengusaha-penguasa (Peng-peng menggunakan istilah Rizal Ramli), termasuk para pejabat dan keuarganya saat ini disorot secara tajam. Salah satunya yang ramai diperbincangkan yaitu bisnis Kaesang Pangarep.
Orang mulai mempersoalkan sumber dana usaha dari putera bungsu Presiden Joko Widodo itu. "Mahasiswa dan masyarakat meminta KPK agar proaktif menuntaskan persoalan bisnis Kaesang yang heboh ini secara kredibel, akuntabel, karena ada hal-hal yang mungkin tidak pantas dan mencurigakan," kata Pimpinan Gerakan Perubahan Muslim Arbi yang juga mantan aktivis HMI-ITB seperti dikutip dari Konfrontasi.com.
Usai membeli saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk yang mencapai Rp92 miliar, sumber harta kekayaan Kaesang kini dipertanyakan. Meskipun saham tersebut hanya 8 persennya, namun angka tersebut tergolong besar untuk anak muda seperti Kaesang yang masih berusia 26 tahun.
Bahkan beberapa waktu lalu tagar #DarimanaDuitKaesang menggema di Twitter hingga menjadi trending topik.
Langkah putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep memborong saham hampir Rp100 miliar itu berbuntut panjang. Keputusan Kaesang membeli saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk yang mencapai Rp92 miliar pun memunculkan sejumah pertanyaan. Tak sedikit yang mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan atas kekayaan Kaesang.
Buni Yani misalnya, mengungkit jika rezim Soeharto membutuhkan waktu 30-an tahun untuk mengangkat anaknya Tutut Soeharto menjadi menteri, namun Presiden Jokowi hanya butuh waktu 7 tahun saja untuk mengangkat anak-anaknya.
"Pak Harto perlu hampir 30-an tahun baru dia berani angkat Mbak Tutut jadi menteri," kata Buni Yani melalui akun Twitter yang diunggah Kamis, 16 Desember 2021.
Juru Bicara KPK Buka Suara
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri akhirnya buka suara terkait harta kekayaan putera bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.
"KPK mengajak semua pihak yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana korupsi agar bisa mengadukannya kepada KPK," ujar Ali Fikri dilansir GenPI.co, Jumat (17/12/2021).
Menurutnya, aduan yang dilengkapi bukti-bukti awal valid akan sangat membantu lembaga antirasuah itu melakukan analisis dan menelaah kasus tersebut.
"KPK memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat tersebut dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap data laporan,” pungkasnya.
Seperti dikutip dari Kompas.com, Kaesang Pangarep melakukan aksi borong terhadap saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), sebuah perusahaan yang memproduksi makanan beku berbasis udang.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/11/2021), total saham yang dibeli Kaesang Pangarep yakni 188,24 juta lembar saham atau sekitar 8 persen dari total keseluruhan saham yang ditempatkan di perseroan. Apabila mengacu pada harga saham PMMP per lembarnya Rp 490, maka nilai transaksinya cukup mencengangkan, yakni mencapai Rp 92,2 miliar.
Kaesang Pangarep membeli saham di PT Panca Mitra Multiperdana Tbk melalui perusahaan miliknya, PT Harapan Bangsa Kita atau yang lebih dikenal dengan GK Hebat.
GK Hebat merupakan perusahaan di bidang pengolahan makanan dan minuman yang menjadi platform akselerator UMKM yang didirikan pada tahun 2019 lalu. Di GK Hebat, Kaesang menjabat sebagai CEO & Co-Founder.
Beberapa merek yang berada di bawah kendali GK Hebat antara lain Sang Pisang, Ternak Kopi, Yang Ayam, Lets Toast, Enigma Camp, dan Siap Mas. ***