indonews

indonews.id

Kenaikan BBM, Rizal Bawazier: Pemerintah Tak Punya `Hitungan Hati`

Anggota Dewan Pakar PKS, Rizal Bawazier mengatakan sangat menyesalkan keputusan menaikkan harga BBM di tengah kondisi masyarakat yang sedang susah saat ini.  

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Kenaikan BBM, Rizal Bawazier: Pemerintah Tak Punya `Hitungan Hati`
Anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah baru saja menaikkan harga bahan bahar minyak (BBM) subsidi yaitu Solar, dan Pertalite serta harga Pertamax pada Sabtu (3/9). Namun keputusan tersebut memunculkan banyak pro dan kontra di tengah masyarakat.

Anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier mengatakan sangat menyesalkan keputusan menaikkan harga BBM di tengah kondisi masyarakat yang sedang susah saat ini.  

“Saya sangat tidak setuju dengan kenaikan harga BBM yang diputuskan mulai 3 September lalu. Saya yakin orang orang pintar yang duduk jadi penasehat presiden, tapi sayangnya mereka tidak punya hati, mereka hanya hitung-hitungan angka angka saja, tapi gak punya hitungan hati,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/9).

Buntutnya, katanya, keputusan tersebut menimbulkan banyak protes dari masyarakat. “Kasian Rakyat, keputusan menaikkan harga BBM yang saat ini banyak diprotes menjadi suatu akibat dari tidak punya hitungan hati,” ujarnya.

Seharusnya, kata Rizal, yang dipikirkan adalah bagaimana cara untuk meningkatkan penerimaan negara, dan bukan dihitung ruginya target APBN jika subsidi masih diberikan.

“Yang saya sesalkan (adalah) adanya kata-kata ‘tidak bisa’ kalau anggaran subsidi BBM di APBN tidak dikurangi. Tidak ada yang tidak bisa jika punya niat kecintaan pada rakyat. Terus terang menurut saya presiden terlalu cepat mengambil keputusan menaikkan harga BBM,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menaikkan harga Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Pengumuman harga BBM naik tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, dalam jumpa pers di Istana Merdeka. "Saat ini pemerintah membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian," ujar Jokowi, Sabtu (3/9/2022).

Menteri ESDM Arifin Tasrif kemudian menjabarkan penyesuaian harga BBM tersebut yaitu harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter naik menjadi Rp 6.800 per liter, harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter dan harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. ***

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas