Exercise RIMPAC 2022 dan Kehadiran Indonesia Sebagai KEKUATAN BAHARI
Exercise RIMPAC 2022 dan Kehadiran Indonesia
sebagai KEKUATAN BAHARI
Reporter: luska
Redaktur: very
Penulis: Lia
Latihan militer maritim terbesar di dunia bertajuk “Rim of The Pacific” (Rimpac) tahun 2022 diikuti oleh 26 negara yakni empat anggota Quad (Australia, India, Jepang dan AS) dan lima negara yang berbatasan dengan laut Cina Selatan (Filipina, Malysia, Brunei, Indonesia dan Singapura), sementara 17 negara lainnya adalah Kanada, Chili, Kolombia, Denmark, Ekuador, Prancis, Jerman, Israel, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Peru, Republik Korea, Sri Langka, Thailand, Tonga dan Inggris.
Latma Rimpac merupakan Latihan Angkatan Laut terbesar di dunia diselenggarakan oleh Armada ke-3 US Navy dan US Marine Force Pacific diadakan dua tahun sekali sekitar bulan Juni dan Juli pada tahun genap, dalam Rimpac peserta akan berlatih berbagai manuver di antaranya operasi amfibi, meriam, rudal, latihan anti kapal selam dan pertahanan udara, selain itu juga operasi melawan pembajakan, operasi pembersih ranjau, pembuangan bahan peledak hingga operasi penyelaman dan penyelamatan hal imi memiliki tujuan dalam upaya meningkatkan interoperabilitas, ketahanan dan kelincahan yang diperlukan untuk memastikan jalur laut aman dan mencegah serta untuk mengalahkan agresi oleh negara-negara besar di semua wilayah konflik di antara Angkatan Bersenjata Lingkar Pasifik sebagai sarana untuk mempromosikan stabilitas di Kawasan demi keuntungan semua negara partisipan serta membantu peserta membina dan mempertahankan hubungan kerjasama yang sangat penting dalam memastikan keselamatan jalur laut dan keamanan lautan dunia sebagai fungsi asazi dalam rangka memastikan kapal militer dan kapal dagang bisa bernavigasi dengan leluasa di kawasan Asia Pasifik.
Latihan Rimpac tahun 2022 berlangsung di dan sekitar Kepulauan Hawaii dan California Selatan dengan tema ”Mitra yang Kapabel dan Adaptif” dengan menghadirkan 38 (tigapuluh delapan) kapal permukaan, 4 (empat ) kapal selam, 9 (Sembilan ) pasukan darat nasional, dan lebih dari 170 pesawat terbang secara bersama-sama dengan berbagai kemampuan dalam menunjukan fleksibilitas pasukan maritim gabungan.
TNI Angkatan Laut menghadirkan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dan satu pleton marinir berhasil melaksanakan latihan sea phase ke pangkalan Pearl Harbor yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Lewis N Nainggolan telah sukses melaksanakan berbagai latihan meliputi Miscellaneous Exercise (Miscex), Combined Anti-Submarine Exercise (Casex), Rasex, Raidex, Surface Earfare Exercise (Sufex) kemudian ada pula Gunnery Exercise (Gunex), Maritime Interrecetion Operation (MIO), Msoex ,War at Sea Exercise (Wasex), Teather Anti-Submarine Warfare Exercise (Taswex), Live Fire, Photo Exwercise (Photoex) , RAS dan Free Play, sedangkan Unsur Tugas (UT) Marinir melaksanakan pengamanan Landing Zone Dove Sector A Latihan serangan amfibi di Pyramid Rock Beach, Marine Corps Base Hawaii (MCBH) yang merupakan puncak pelaksanaan Latma Rimpac dengan skema penyerangan UT Marinir dilakukan dengan menggunakan Heli MV 22 Osprey yang diterbangkan dari kapal USS Essex dengan komandan Mayor Mar Achmad Toripin telah berhasil melaksanakan latihan meliputi serangan Amfibi, pertempuran kota, Squard/Platoon Attack, Small Boat Operation, Air Assault dan Jungle Operation.
Dari beberapa latihan tersebut KRI I Gusti Ngurah Rai 332 beberapa kali berhasil mendapat kehormatan, selain melaksanakan latihan tersebut KRI I Gusti Ngurah Rai 332 juga memimpin operasi dengan menjadi Commmander Task Unit (CTU), Search and Attack Unit Commmander (SAuc) dan Air Control Unit (ACU) dalam rangka untuk mengendalikan Maritime Patrol dan Resonnaissance Aircraft (MPRA) pada Latihan Taswex, dimana memimpin unsur SAG dalam melaksanakan penyerangan terhadap ancaman Kapal Atas Air dan Udara pada Latihan Wasex.
Keberhasilan satgas Latma Rimpac 2022 telah menyelesaikan seluruh rangkaian latihan secara sukses membuktikan bahwa TNI Angkatan Laut memiliki kemampuan untuk melaksanakan opearsi laut jangka panjang, termasuk juga kemampuan persenjataan yang sudah teruji pada Latihan Angkatan Laut terbesar di dunia, selain itu TNI Angkatan Laut juga telah membuktikan bahwa ia dapat melaksanakan peran diplomasi dengan baik dengan memungkinkan para peserta untuk membangun kemampuan beradaptasi dengan pengalaman dan pelajaran secara baik sesuai hasil evaluasi Rimpac oleh Laksamana Michael Boyle sebagai Komandan Rimpac telah memberikan beberapa evaluasi bahwa perlunya program dan desain secara tertulis bahwa untuk meningkatkan pelatihan taktis antar unit untuk memberikan pelatihan lebih banyak tentang peran pemimpin, sebagi komandan gugus tugas atau komandan komponen gabungan harus memikirkan program yang tidak terduga untuk simulasi ketika krisis apapun, entah bantuan kemanusiaan atau konflik yang merupakan pekajaran terbesar yang didapatkan dari Rimpac 2022.
Dalam Latma Rimpac 2022 satgas ini juga membawa misi untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia dengan menampilkna Tari Dayak, Tari Kecak, Pencak Silat, serta Flash Mob, Tari Poco-Poco dan Gemu Famire melalui acara Perayaan Nasional (National Reception) yang diselenggarkan di KRI I Gusti Ngurah Rai 332 bertempat di Joint Base Pearl Harbour-Hickam, Hawaii Amerika Serikat selain dihubur dengan budaya Indonesia para pengunjung juga disuguhi kuliner khas berbagai daerah Nusantara. Keberhasilan satgas Latma Rimpac 2022 telah menyelesaikan seluruh rangkaian latihan membuktikan bahwa TNI Angkatan Laut memiliki kemampuan SSAT yang sudah teruji. Dengan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa TNI Angkatan Laut keprofesionalisme prajurit bahari telah teruji sebagai garda terdepan menjaga wilayah yuridiksi lautan Indonesia sebagai negara bahari terbesar di dunia sesuai UNCLOS 1982 untuk menjadikan Indonesia sebagai Kekuatan Bahari Yang Disegani Di Kawasan Asia, bukti bahwa kekuatan laut adalah unsur utama kedaulatan sebuah negara. “ Jayalah Laut Membawa Kedaulatan Negara”.
Sumber: Dari berbagai media elektronik