indonews

indonews.id

KSP Gusar Majikan Siksa Gadis PRT secara Sadis

Disuruh bugil kemudian direkam. Mukanya disiram air cabai, rambutnya dipotong dengan kasar. Kepalanya dilempar gelas. Sadis benar ini majikan. Sudah sadis tolol pula. Tidak belajar dari kasus Sambo. Mana mungkin hari ini orang ditakut-takuti terus diam membatu.

 

KSP Gusar Majikan Siksa Gadis PRT secara Sadis

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very

Jakarta, INDONEWS.ID - Disuruh bugil kemudian direkam. Mukanya disiram air cabai, rambutnya dipotong dengan kasar. Kepalanya dilempar gelas.

Sadis benar ini majikan. Sudah sadis tolol pula. Tidak belajar dari kasus Sambo. Mana mungkin hari ini orang ditakut-takuti terus diam membatu.

Setelah puas menganiaya RN, lalu PRT ini diantar ke terminal kampung rambutan untuk pulang ke desanya di Cianjur Jawa Barat. Sambil mengancam!

"Kalau kau ceritakan peristiwa ini ke orang tuamu, rekaman Vidio bugilmu akan ku sebar di medsos!"

PRT RN mulai bekerja dari awal Mei sampai Oktober 2022. Gadis 18 tahun asal Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber Cianjur. Dia bekerja di sebuah keluarga di bilangan Jakarta Timur`.

Awal mulanya si majikan memperlakukan RN dengan baik. Lama-lama mencari cari kesalahan, tiap dianggap melakukan kesalahan gaji RN di potong.

Lama-lama tidak puas cuma dengan pemotongan gaji, cuci piring dianggap tidak bersih langsung ditendang dan disiram air cabai.

Ada aja alasan majikan untuk menganiaya si PRT. Pernah diseret rambutnya, dipotong, disuruh bugil dan direkam video gara-gara RN dibilang kerja malas-malasan dan suka mengantuk .

Tanggal 22 Oktober 2022 hari Sabtu sang majikan mengantarkan RN ke terminal sambil mengancam sebelum PRTnya naik ke bus. Awas kau!

Tiba di Cianjur, tiba di rumahnya sang ayah melihat anak gadisnya penuh luka. Diantar keluarganya, RN melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke aparat desa Cibadak.

Aparat desa menghubungi jaringan nasional advokasi pekerja rumah tangga. Diantar JALA PRT, keluarga RN melaporkan kasus ini ke Polda metro tanggal 25 Oktober.

Didengarlah Eva Kusuma Sundari, eks politisi PDIP yang kini mengurus Koalisi masyarakat sipil untuk UU PRT!

"Penyebabnya adalah kekosongan hukum, praktek perbudakan modern masih kerap terjadi di depan mata kita. Seharusnya UU PRT yang berlama lama tertahan di meja para politisi , segera di jadikan! Kata Eva dengan ketus.

Kalau cuma himbauan mereka pura-pura tidak dengar Bu Eva, coba kita iseng iseng bawa air cabai sebaskom ke Senayan.*(Zaenal)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas