Pembahasan Draf Leader`s Resolution Diduga Alot, RI Harus Perjuangkan `Win Win Solution` Terkait Perang Ukraina
Sebagaimana Presiden Jokowi sampaikan dalam pidato pembukaan apapun keputusan bersama negara-negara G20 maka harus mengacu pada ‘win win solution’. Win win berarti tidak ada negara yang dipersalahkan, dipojokkan bahkan dihukum.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Menjelang berakhirnya KTT G20, para kepala negara dan kepala pemerintahan secara tradisi akan mengeluarkan Leaders` Declaration.
Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana menduga bahwa pembahasan Leaders` Declaration untuk KTT kali ini akan sulit dan berpotensi mengalami kebuntuan meskipun tidak menganggu keberhasilan pelaksanaan KTT G20.
Dugaan sulitnya mengeluarkan Leaders` Declaration tersebut, katanya, terkait pandangan berbeda terhadap perang yang terjadinya di Ukraina.
“Bagi AS dan sekutunya perang di Ukraina adalah bentuk agresi dari Rusia dan karenanya Rusia harus dihukum. Bentuk hukumannya adalah mengeluarkan Rusia dari anggota G20,” ujar Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani itu dalam siaran pers yang diterima Indonews.id, di Jakarta, Rabu (16/11).
Sementara itu, diduga kuat China tidak setuju dengan pengeluaran Rusia mengingat hal yang sama bisa terjadi pada China di masa mendatang. “Intinya China akan menolak tindakan AS dan sekutunya sebagai pihak penentu siapa yang salah dan siapa yang benar serta memiliki otoritas untuk menghukum,” katanya.
Padahal seperti Leaders` Declaration yang dikeluarkan di Italia pada tahun 2021 paragraf pertama menyebutkan situasi dunia. Saat itu masih diwarnai oleh pandemi Covid 19.
Hikmahanto mengatakan, pelaksanaan KTT tahun ini diwarnai dengan Perang di Ukraina. Oleh karenanya dalam paragraf pembuka dari Leaders` Declaration akan disebutkan perang di Ukraina.
Meski semua negara setuju bahwa perang harus diakhiri namun negara-negara tidak sepakat Rusia disalahkan dan karena itu juga perlu dihukum.
Dalam konteks demikian Indonesia, menurut Hikmahanto, harus berpendirian bahwa perang di Ukraina harus diakhiri. Namun Indonesia tidak dalam posisi untuk menentukan benar tidaknya alasan untuk berperang.
Sebagaimana Presiden Jokowi sampaikan dalam pidato pembukaan apapun keputusan bersama negara-negara G20 maka harus mengacu pada ‘win win solution’. Win win berarti tidak ada negara yang dipersalahkan, dipojokkan bahkan dihukum.
“Panduan seperti ini yang mungkin sedang diperjuangkan oleh delegasi Indonesia untuk akhirnya bisa disepakati dalam Leaders` Declaration siang nanti, bila berhasil dinegosiasikan,” pungkasnya. ***