indonews

indonews.id

Bye-bye Amerika, Negara-Negara Arab Mulai Mesra dengan China

Bye-bye Amerika, Negara-Negara Arab Mulai Mesra dengan China

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very

Jakarta, INDONEWS.ID - Betapa murkanya Amerika ketika Saudi Arabia menurunkan produksi minyaknya. Jangan kau turunkan jumlah produkmu, nanti harga minyak naik. Yang untung malah Rusia karena produksi minyaknya terbesar nomor dua setelah Saudi, nanti banyak uang Rusia.

Demikian kata Arab Saudi peduli setan, kamu Amerika dari dulu bisanya cuma ngatur Israel pindah ibukota ke Jerusalem dari Tel Aviv malah kamu dukung, itu bikin tersinggung umat muslim sedunia.

Nah ketika hubungan Amerika dengan Arab memanas, masuklah Xi Jinping presiden China menemui raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Ditekenlah 46 perjanjian senilai 30 miliar US (467 triliun) oleh kedua pemimpin.

Dasar China! Sekali jalan dia harus menang banyak, setelah selesai urusan dengan pejabat Saudi, kebetulan di Riyadh Saudi sedang berkumpul GCC dewan kerja sama teluk ada: Emir Qatar, raja Bahrain, raja Jordania, Putra mahkota Kuwait, presiden Mesir Tunisia Somalia Irak juga hadir.

Intinya China siap membiayai pembangunan infrastruktur di negara-negara teluk, baik yang kaya maupun lemah pendanaan. Asal sama-sama cintai dan menghasilkan cuan.

Tidak seperti Amerika, hobinya perang punya uang bikin senjata. Kata pedagang-pedagang China, gimana owe dapat fulus kalau bentar bentar teriak bakar bakar, teriak kadrun kadrun.

Melihat muka-muka orang China yang adem dan perintah Rasul juga tuntutlah ilmu ke negeri Cina, pangeran Mohammed mengajak pebisnis China ikut bareng bareng mengembangkan megaproyek Neom senilai 500 milyar dolar AS.*(Zaenal)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas