Dialog Imajiner Para Begawan Bangsa
Dialog Imajiner Para Begawan Bangsa
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
Oleh Zaenal
"Yakin pak Surya dengan pilihannya mas Anies untuk 2024?" kata presiden Jokowi ke bos Nasdem.
"Yakin, bahkan Haqul yakin!" Jawab Surya Paloh dengan tegar. Bang Surya yakin benar dengan koalisi yang dibangunnya, PKS dan Demokrat bakal mendukungnya.
Dia yakin benar kalau Anies dikawinkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) rakyat akan antusias.
Cara berpikirnya orang Aceh (SP) sudah kebaca presiden Jokowi dan mas Anggit sekretaris presiden, yang selalu setia menemani sejak awal-awal berjuang.
Koalisi ketiga partai (Nasdem, PKS, Demokrat) yang kurang beruntung cuma PKS, karena bakal presiden dan wakil presiden cuma milik Nasdem dan Demokrat.
"Ya sudah, PKS kita minta masuk kabinet kasih langsung 2 menteri: pertanian dan kehutanan yang selama ini kita berikan kepada Nasdem," ungkap sang sekretaris pribadi presiden Anggit Nugroho.
Tanpa PKS koalisi ini bubar dan Anies gagal nyalon. Tapi Surya Paloh tidak putus asa, dia coba mendekati Prabowo.
Tapi Prabowo sudah punya analisis dan perhitungan tersendiri. Hubungan Prabowo dengan Surya Paloh memang dekat, tapi untungnya sedikit.
Hubungan Prabowo dengan presiden Jokowi dan Bu Mega juga dekat, tapi untungnya lebih banyak, bloon saja kalau Gerindra kena rayu Nasdem.
Apalagi presiden berikutnya kata pak Jokowi gilirannya pak Prabowo.
Tapi pak Jokowi kan menginginkan Ganjar naik, biar kursi Jateng satu bisa diduduki mas Gibran.
Bagi pak Jokowi, mau Prabowo, mau Ganjar, mau Airlangga ataupun Puan sama saja, yang penting satu visi, bukan antitesis cara kerja kabinetnya.
Akhirnya Surya Paloh dan Nasdemnya bingung, ke sana kemari gak ada yang bisa diajak berteman.
Akhirnya beliau ambil remote televisi: pas Chanel metro TV muncul, maskot metro dari burung rajawali yang gagah perkasa, berubah seketika jadi burung emprit.*